04 April 2025

Get In Touch

Debat Paslon Pilkada 2024 Kabupaten Kediri Sengit, Diakhiri Saling Bergandeng Tangan dan Cipika Cipiki

Meski berdebat sengit, Cabupa Denny Widyanarko (pakai blangkon) dan Cabup Hanin dhito Himawan Pramana di akhir acara masih saling bersalaman penuh keakraban.
Meski berdebat sengit, Cabupa Denny Widyanarko (pakai blangkon) dan Cabup Hanin dhito Himawan Pramana di akhir acara masih saling bersalaman penuh keakraban.

KEDIRI (Lenteratoday) - Debat publik pertama pasangan calon (paslon) Pilkada serentak 2024 Kabupaten kediri antara pasangan nomor urut 1 H Denny Widyanarko-Mudawamah dan pasangan nomor urut 2 Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa berlangsung sengit di IKCC, Kamis (25/10/2024) malam. Namun demikian di akhir debat kedua paslon saling bersalaman dan bergandeng tangan.

Debat diihadiri Pjs Bupati Kediri Heru Wahono dan pejabat Forkopimda, Ketua parpol atau yang mewakili pendukung calon. Atmosfer debat bakal berlangsung sengit terasa sejak di luar gedung tempat debat, para pendukung masing -masing calon yang militan siap dengan segala atribut dukungan terhadap calon mereka.

Saat debat berlangsung sedikitnya 4 kali, Amel, salah satu moderator mengingatkan masing-masing pendukung calon yang duduk di lokasi ruang debat diperingatkan untuk tertib dan tidak segan akan dikeluarkan, karena dinilai gaduh, provokatif, dan mengganggu jalannya debat.

Debat menghadirkan 5 panelis. Yakni, Muhammad Adnan Maghribi, Khairil Azhar (Akademisi dan ketua LP2M IAIN Kediri IAIN, Deasy Wulandari (Universitas Negeri Jember), Kurniawan Muhammad (Direktur Radar Kediri) dan Djarot Hermansyah (Psikolog Untag)

Debat dimulai, sekitar pukul 19.00 WIB, dengan sambutan Ketua KPU Nanang Qosim saat sambutan mengatakan debat publik ini sebagai pemaparan visi misi pasangan calon. Masyarakat Kabupaten Kediri memilih bukan karena ajakan, memilih bukan karena dorongan seseorang tapi memilih karena kesadaran.

“Pemaparan visi misi dari pasangan calon bupati dan wakil bupati Kabupaten Kediri kami berharap semuanya seperti tagline dari KPU Jatim bahwa Pilgub Jatim seneng. Pilkada jujur Kediri Makmur,” ujarnya.

Nanang Qosim juga mengingatkan dalam sebuah kompetisi pasti ada yang menang dan kalah. Pemenang adalah yang dapat amanah dari masyarakat Kabupaten Kediri. Saya berharap untuk menjadi baik tidak harus menjelekkan yang lain untuk menjadi baik.

“Cukup sampaikan apa yang bisa menjadikan Anda dipilih oleh warga Kabupaten Kediri. Pemilu Pilkada bukan hanya gawe KPU, Pemilu Pilkada gawe kita bersama, gawe seluruh warga Kabupaten Kediri. Gawe seluruh warga Jawa Timur gawe seluruh rakyat Indonesia,” ujar Nanang Qosim di akhir.

Debat yang terbagi dalan 6 sesi debat, awal sesi pemaparan visi misi kedua paslon langsung gaspoll. Baik pasangan Deny Widyanarko-Mudawamah, maupun Hanindhito Himawan Pramana-Dewi Mariya Ulfa langsung saling melemparkan kritikan terhadap visi misi yang disampaikan.

Saat paparan visi misi Denny memaparkan program unggulan bila terpilih, program pembangunan dusun sebesar Rp 300 juta-500 juta per tahunper dusun. Dijelaskan program tersebut bertujuan agar dusun-dusun maju.

“Dana ini dapat digunakan untuk berbagai macam bentuk kegiatan pembangunan baik untuk pembangunan fisik, atau mendorong kegiatan-kegiatan ekonomi masyarakat baik itu pertanian, peternakan ,UMKM atau perikanan,” katanya.

Ditambahkan, program ini diharapkan benar-benar bisa menjadikan ekonomi masyarakat dusun berkembang dan maju sehingga bisa meningkatkan kemakmuran masyarakat. Program pembangunan dusun ini diharapkan benar-benar akan menjadikan masyarakat bisa bangkit dari keterpurukan dari ketertinggalan ekonomi.

“Program ini akan mengajak masyarakat dalam berpartisipasi untuk menentukan sendiri kira-kira apa program-program yang cocok. Masyarakat dapat memilih mana yang cocok, karena masyarakat lah yang paling tahu tentang kondisi sosial mereka bukan bupatinya. Kita hanya menyediakan anggaran biar masyarakat sendiri yang milih,” katanya.

Sementara cabup Hanindhito Himawan Pramana menegaskan selama 3,5 tahun memimpin Kabupaten Kediri sudah menjalankan beberapa program. Hal disampaikan untuk menampik tudingan selama periode partama menjadi Bupati Kediri 2020-2023 tidak memiliki program.

“Kami sudah menjalankan beberapa program, karena ada yang ngomong kami nggak punya program. Bukti yang pertama yang pertama terkait profesionalitas ASN sebelum bicara pemerintah desa atau pemerintah apapun Pemerintah Kabupaten harus kuat maka program Panji corporate university,” ungkap Hanindhito.

Panji corporate university adalah married sistem yang dilakukan antara kompensasi kualifikasi kinerja dan disiplin berkaitan dengan satu hal yang namanya kompensasi maka. Dimana skor awal 52 pada 2024 KemanPAN memberikan skor 82.

Ada Sahaja adalah sistem ke pelayanan kependudukan satu hari jadi di mana masyarakat tidak perlu menunggu bahkan untuk teman-teman lansia atau disabilitas kita jemput datang ke tempat jadi tidak perlu ada kesulitan untuk ke pelayanan kependudukan dan Catatan Sipil.

“Kami tidak akan bicara visi misi visi misi kami sudah kami tuangkan dalam pilkada 2020 kami bicara program. Pertama Universal Health Coverage (UHC) kami berhasil naikkan menjadi 96%, pada tahun 2021 kami masih di angka 60%, berikutnya Puskesmas rawat inap kita bangun 7 Puskesmas rawat inap dan poli sore di seluruh Puskesmas di periode yang akan datang 537 Puskesmas rawat inap akan kita bangun,” ujarnya.

Rumah Sakit Kabupaten Kediri (RSKK) pada Desember 2024 akan launching tiga unit gedung baru. Pembangunan rumah sakit di barat sungai dengan menggandeng swasta dan pengucuran anngaran Rp 103 miliar untuk beasiswa murid tidak mampu.

Debat sengit terus berlangsung pada empat sesi debat selanjutnya, bahkan pada sesi keempat kedua paslon masih saling sindir. Cabup Deny Widyanarko sempat melontarkan perasaannya belakangan ini tempat usaha miliknya Pabrik Rokok Tajimas ada yang ngrecoki.

“Kalau yang njenengan serang itu Tajimas ya berarti saya bisa memahami, baru saya ngerti yang ternyata selama ini ada huru-hara ternyata ada yang membentengi ternyata sebelah saya ini. Kalau memang seperti itu apakah enggak namanya kepala daerah itu harus bisa menaungi ya jangan malah menjadi provokator jangan mendorong-dorong yang enggak baik,” sindir Denny.

Mendapat tudingan tersebut saat Mas Dhito mendapat kesempatan ditegaskan, pertanyaan yang dilontarkan adalah,” Bagaimana jika Bapak menjadi Bupati dan ada konflik of Interest atau konflik kepentingan.Pak karena saya tahu walaupun Bapak sudah mundur tapi masih kolega Bapak di dalam perusahaan tersebut.”

“Pak mohon maaf kepala daerah yang punya perusahaan itu biasanya nanti akan syarat dengan konflik of interest, itu pertanyaan saya. Tidak bermaksud menyerang Bapak apalagi kalau bapak mengatakan saya provokator bukan Pak saya hanya orang pekerja terima kasih,” kilah Mas Dhito.

Kendati selam debat berlangsung sengit, di akhir sesi usai closing statement kedua paslon saling berjabat tangan. Pasangan Hanindhito-Dewi Mariya Ulfa terlebih dahul mendatangi ke tempat berdiri pasangan Denny Widyanarko-Mudwamah, Keduanya berjabat tangan, bahkan kedua wabup sempat cipika cipiki.(adv/*)

Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.