04 April 2025

Get In Touch

BEM FISIP Unair Dibekukan, Buntut Pasang Karya Seni Satire Prabowo-Gibran

Karya seni satire berupa karangan bunga untuk Prabowo-Gibran yang diduga menjadi pemicu pembekuan BEM FISIP Unair.(Istimewa)
Karya seni satire berupa karangan bunga untuk Prabowo-Gibran yang diduga menjadi pemicu pembekuan BEM FISIP Unair.(Istimewa)

SURABAYA (Lenteratoday)- Universitas Airlangga (Unair) kembali menjadi sorotan. Terbaru, Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Unair Surabaya dibekukan oleh pihak dekanat. Tindakan itu buntut dari karya seni satire berbentuk karangan bunga yang ditujukan  kepada Presiden terpilih Prabowo Subianto dan wakil presiden terpilih Gibran Rakabuming Raka.

Karya seni satire yang dipasang di Taman Barat FISIP Unair ini ditujukan untuk memberi selamat atas pelantikan Prabowo-Gibran sebagai presiden dan wakil presiden.

”SELAMAT: Atas dilantikannya jenderal bengis pelanggar HAM dan Profesor IPK 2,3 sebagai Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia yang lahir dari rahim haram konstitusi,” begitulah tulisan yang ada di karya seni tersebut. 

Tak hanya itu, foto Presiden Prabowo Subianto dengan jabatan Ketua Tim Mawar dan foto Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka sebagai admin Fufufafa pun turut ditampilkan dalam karya seni satire itu. 

Sementara pada bagian akhir tertulis jika kiriman bunga tersebut berasal Dari: Mulyono (Bajingan Penghancur Demokrasi).

Terkait pembekuan tersebut, Presiden BEM FISIP Unair, Tuffahati Ulayyah membenarkan kejadian itu. “Betul, karena kemarin hari Jumat (25/10/2024) dan suratnya baru turun sore, jadi kami baru bisa bertemu pak dekan hari Senin pagi besok,” kata Tuffa ketika dikonfirmasi, Minggu (27/10/2024).

Diketahui, Dekanat memberikan surat pembekuan kepada BEM FISIP Unair sejak 25 Oktober 2024. Sementara karya seni satire berupa karangan bunga itu terpasang pada Selasa (22/10/2024) pukul 15.00 WIB. 

Tuffa menuturkan, ucapan sengaja dibuat oleh BEM FISIP Unair sebagai ungkapan kekecewaan terhadap segala dinamika Pemilu 2024.

“Kami sudah berupaya menghubungi Pak Dekan sejak setelah surat pemberitahuan pembekuan itu dikirim by email kepada kami,” tutur Tufa.

Tuffa menyebut, surat yang diberikan oleh dekanat menerangkan jika isi dalam karangan bunga tidak sesuai dengan etika dan kultur akademik insan kampus. 

“Per hari ini kami berhubungan dengan pihak dekanat saja, sebab suratnya diterbitkan oleh dekanat,” tukasnya.

Sebelumnya, Unair sempat viral karena mencopot jabatan Prof Dr dr Budi Santoso SpOG SubspFER sebagai Dekan Fakultas Kedokteran (FK) per 3 Juli 2024.

Pencopotan yang diduga akibat penolakan Prof Budi akan rencana Menkes mendatangkan dokter asing itu kini direspon civitas akademik dan alumni Unair yang dikenal sebagai Ksatria Airlangga.

Hingga akhirnya muncul gerakan solidaritas aksi damai dari civitas akademika dan alumni.Sampai akhirnya Prof Budi Santoso batal dicopot dari jabatannya sebagai dekan.

Reporter: Amanah/Editor: widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.