05 April 2025

Get In Touch

Meski Mengaku Sulit, Kota Malang Optimistis PAD Sentuh 80 Persen

Retribusi parkir sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)
Retribusi parkir sebagai salah satu penyumbang Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Malang. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kota (Pemkot) Malang mengakui realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hingga akhir tahun 2024 diperkirakan sulit mencapai target 100 persen. Meski begitu, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) optimistis mampu menutup tahun dengan realisasi di atas 80 persen.

"Perhitungan saya akhir tahun 2024 nanti, mungkin (PAD) tidak bisa tercapai 100 persen. Tetapi, ya, kami upayakan di atas 80 persen, karena terkait penilaian Monitoring Center for Prevention (MCP) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), juga," ujar Kepala Bapenda Kota Malang, Handi Priyanto, Minggu (27/10/2024).

Hingga 22 Oktober 2024 kemarin, Handi menyebutkan, realisasi PAD yang tercatat mencapai sekitar Rp 545,2 miliar atau sekitar 65 persen dari target yang ditetapkan yakni sebesar Rp 848,5 miliar.

Lebih lanjut, Handi menuturkan, penyesuaian anggaran belanja yang harus dilakukan oleh Pemkot Malang, merupakan salah satu faktor penghambat tercapainya target PAD 2024.

"Ada beberapa item belanja yang harus disesuaikan dengan potensi pendapatan. Jika tidak tercapai 100 persen, itu berarti memang ada kendala, atau mungkin target yang ditetapkan terlalu tinggi," jelasnya.

Meski demikian, Handi menegaskan komitmen untuk memperbaiki pengelolaan anggaran telah dibahas bersama Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan DPRD Kota Malang.

"Makanya di tahun 2025 kami sepakat untuk mewujudkan APBD yang sehat. Artinya, target pendapatan ditetapkan berdasarkan kajian potensi yang realistis dan rasional, sehingga belanja juga menyesuaikan dengan pendapatan yang riil," tambahnya.

Dalam kesempatannya ini, Handi menyampaikan, salah satu langkah strategis yang diambil oleh Bapenda Kota Malang untuk meningkatkan PAD, yakni dengan memaksimalkan pendapatan pajak daerah.

Menurutnya, untuk memaksimalkan hal ini, Bapenda tengah memasifkan penggunaan E-Tax secara menyeluruh, khususnya di kawasan strategis seperti Kayutangan Heritage.

"Jadi semua usaha, restoran, hotel di kawasan Kayutangan Heritage, itu sudah 100 persen menggunakan E-Tax. Sistem ini sudah diterapkan sejak Agustus 2024, dan saat ini sudah terpasang sepenuhnya, termasuk untuk usaha baru," jelas Handi.

Selain penerapan E-Tax, Bapenda Kota Malang juga mengoptimalkan layanan jemput bola ke masyarakat. Layanan ini diharapkannya dapat meningkatkan partisipasi masyarakat. Dalam memenuhi kewajiban perpajakan mereka, sehingga target PAD dapat lebih mudah tercapai.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Widyawati

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.