
SURABAYA (Lenteratoday)- Universitas Negeri Surabaya (Unesa) mengukuhkan sembilan guru besar di berbagai bidang dalam Rapat Terbuka Senat Akademik yang berlangsung di Gedung Pertunjukan Sawunggaling, Kampus 2 Lidah Wetan, Selasa (29/10/2024).
Rektor Unesa, Prof. Nurhasanmengatakan dengan bertambahnya jumlah guru besar ini dapat menjadi semangat baru dan lokomotif bagi Unesa dalam meningkatkan implementasi tridarma perguruan tinggi. Selain itu juga memperkuat ekosistem akademik, riset, publikasi, dan inovasi.
"Harapannya para guru besar ink akan menjadi kekuatan Unesa untuk memberikan inspirasi, motivasi pada mahasiswa bahkan pada dosen-dosen muda agar bisa menyiapkan generasi muda potensial, yang unggul dan mampu mengimplementasikan di era ketidakpastian global ini. Sehingga mimpi kita mewujudkan generasi emas 2045 tercapai," katanya.
Dijetahui, kesembilan guru besar tersebut di antaranya Prof. Endang Pudjiastuti Sartinah, guru besar bidang bimbingan dan konseling anak berkebutuhan khusus, Prof. Abadi, guru besar bidang matematika terapan (sistem dinamik), Prof. Raden Roro Nanik Setyowati, guru besar bidang sosiologi pendidikan.
Selanjutnya ada Prof. Himawan Wismanadi, guru besar bidang analisis kondisi fisik bulu tangkis,Prof. Achmad Imam Agung, guru besar bidang pendidikan kewirausahaan teknik elektro, Prof. Setiyo Hartoto, guru besar bidang pembelajaran tenis lapangan.
Lalu ada Prof. Bachtiar Syaiful Bachri, guru besar bidang pengembangan kurikulum, Prof. Lilik Anifah, guru besar bidang kecerdasan buatan pattern recognition atau intelligence pattern recognition.
Terakhir yaitu Prof Dwi Cahyo Kartiko, guru besar bidang pembelajaran bola basket.
Prof. Nurhasan juga menjelaskan, pengukuhan sembilan profesor ini merupakan gelombang pertama tahun 2024 yang diikuti sembilan profesor.
Berikutnya, akan ada gelombang pengukuhan lagi awal November yang diikuti sekitar 11 guru besar, dan sekitar 18 guru besar lagi sedang persiapan untuk gelombang berikutnya.
"Gelombang pertama ini ada 9 profesor, gelombang dua bulan depan ada 11 profesor, dan sudah akan siap lagi untuk gelombang ketiga sambil menunggu pengumuman sekitar 18 orang profesor. Semoga prosesnya lancar," ucapnya.
Pria yang akrab disapa Cak Hasan ini mengungkapkan, pengajuan guru besar memang menantang, dan tidak semua dosen bisa mencapainya, karena ada sejumlah kualifikasi yang harus dipenuhi.
Meski demikian, pihaknya berkomitmen untuk terus menambang jumlah profesor melalui program percepatan guru besar.
"Dosen yang masuk kualifikasi kami dorong untuk segera proses pengajuan guru besarnya. Kami fasilitasi dan beri pendampingan melalui tim percepatan yang terdiri dari guru besar senior. Kami juga beri insentif kepada para dosen yang menghasilkan publikasi di jurnal bereputasi," ucap guru besar ilmu keolahragaan itu.
Diketahui, saat ini, Unesa telah memiliki 178 guru besar atau professor dari berbagai bidang.
Reporter: Amanah / Co-Editor: Nei-Dya