04 April 2025

Get In Touch

Maulid Akbar di MAS, Khofifah Berharap Limpahan Berkah untuk Jatim

Khofifah Indar Parawansa beserta Syekh Afeefuddin Al-Jailani dari Irak berada di tengah jamaah Maulid Akbar di MAS.
Khofifah Indar Parawansa beserta Syekh Afeefuddin Al-Jailani dari Irak berada di tengah jamaah Maulid Akbar di MAS.

SURABAYA (Lenteratoday) - Dalam kesempatan Maulid Akbar di Masjid Nasional Al-Akbar Surabaya (MAS), Sabtu (2/11/2024) malam, Ketua Umum PP Muslimat NU yang juga mantan Gubernur Jatim yang mencalonkan untuk periode kedua Khofifah Indar Parawansa berharap adanya limpahan berkah untuk Jatim.

Terlebih lagi dalam kesempatan itu juga hadir oleh Syekh Afeefuddin Al-Jailani dari Irak yang merupakan cicit dari Syekh Abdul Qadir Al-Jailani, pendiri Thariqah Qadiriyah yang terkenal di Asia, Timur Tengah, dan Indonesia.

"Maulid Akbar ini merupakan istilah beliau, karena kedatangan beliau ke Masjid Al-Akbar saat ini bersamaan dengan peringatan Maulid Nabi, HUT Ke-24 Masjid Al-Akbar dan juga Haul Syekh Abdul Qadir Al-Jailani," kata Khofifah yang juga menjabat Ketua Dewan Pembinas Yayasan Pendidikan MAS.

Khofifah juga mengatakan dalam kesempatan itu Syekh Afeefuddin Al-Jailani memanjatkan doa untuk semuanya. "Doanya mudah mudahan hajat-hajatnya dikabulkan, termasuk hajat sampean semua. Makanya, ada doa yang kita diminta doa sendiri diangkat dan beliau melanjutkan bacana bacaan. Mudah mudahan doa doa kita diijabah Allah," kata Khofifah.

Dalam tausiyah di depan belasan ribu jamaah MAS, Syekh Afeefuddin Al-Jailani yang merupakan tokoh sentral Darul Jailani International itu menilai pertemuan malam ini merupakan majelis yang luar biasa, karena penuh dengan rasa cinta kepada Rasulullah dan juga cinta kepada Masjid Al-Akbar yang merupakan "rumah" Allah.

"Cinta kepada Rasulullah adalah cinta yang terbesar, karena itu majelis yang dipenuhi rasa cinta kepada Rasulullah akan menjadi kenikmatan yang paling agung, karena kita akan mempunyai buku (catatan amal) yang bukan hanya shalat, zakat, dan ibadah spiritual lainnya, tetapi juga ada buku cinta kepada Rasulullah," katanya.

Dalam acara yang dihadiri Gus Hafidz (Majelis Syubbanul Muslimin KH Agoes Ali Masyhuri (Wakil Rais Syuriyah PWNU Jatim), tiga Imam Besar MAS, dan Ketua BPP MAS DR KHM Sudjak MAg itu, ia menjelaskan Majelis Maulid Nabi adalah majelis yang sangat penting, karena akan menjadi majelis untuk menumbuhkan cinta kepada Rasulullah dan Allah.

"Ada ulama yang suka menulis puisi cinta kepada Rasulullah, tetapi tidak pernah mimpi bertemu Rasulullah, kemudian dia mengadu kepada Rasulullah dan dijawab bahwa dia akan melihat Rasulullah saat ajal, sehingga malaikat yang mencabut nyawanya langsung membawanya ke surga," katanya.

Cicit dari sufi terkenal abad ke-12 yang juga pemegang utama Mutawalli Masjid dan Maqam Sultanul Awlia Al Sheikh Abdul Qadir Al-Jailani di Baghdad, Irak, itu siap mengisi kajian rutin tentang Kajian Akhlak dan Sholawat di MAS dan siap datang ke Surabaya dalam dua bulan sekali untuk kajian itu. (*)

Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.