
Jakarta (Lenteratoday) – Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) akan fokus pada pembenahan pendidikan nilai, penguatan literasi, serta dan kemampuan numerasi. Ketiga hal itu diterjemahkan dari prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto.
“Pak Presiden selalu menyoroti pendidikan karakter bagi peserta didik, karena menurut Presiden, pembangunan fisik tidak memiliki makna jika manusianya tidak memiliki kualitas," ujar Wamendikdasmen Atip Latipulhayat dalam kunjungan di Kota Tasikmalaya, Jawa Barat, melalui rilis yang disiarkan Senin (4/11/2024).
Menurut dia, ketiga fokus ini tersebut akan diturunkan dalam serangkaian program kerja. Kunjungannya ke Tasikmalaya salah satunya untuk mencari berbagai masukan agar tiga hal yang menjadi fokus Kemendikdasmen bisa terlaksana dengan baik.
“Pendidikan karakter tidak boleh hanya menjadi wacana, tapi harus diimplementasikan dengan model-model yang harus membangun karakter peserta didik sesuai dengan nilai Pancasila,” katanya.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu’ti Bahas Metode Pembelajaran Matematika dengan Prabowo
Terkait peningkatan kemampuan numerik dan literasi, Kemendikdasmen akan melakukan revitalisasi sistem pembelajaran pada bidang sains dan teknologi, terutama matematika dan pembiasaan membaca di sekolah.
“Kami akan buatkan program matematika menjadi sesuatu yang menyenangkan supaya dapat menghilangkan konsep intimidasi yang selama ini selalu melekat,” katanya
Lebih dari itu, peningkatan kualitas literasi dan numerasi itu, lajut Atip, merupakan bagian dari upaya Kemendikdasmen untuk mengejar skor Programme for International Student (PISA) pendidikan Indonesia yang masih tertinggal.
Secara umum, Atip menjelaskan bahwa Kemendikdasmen akan melakukan tiga langkah utama sebagai pertimbangan pelaksanaan kebijakan, yaitu relaksasi, deregulasi, dan re-regulasi.
“Relaksasi itu kebijakan yang memudahkan. Deregulasi itu penghapusan kebijakan yang tidak perlu, kalau re-regulasi itu mengatur kembali kebijakan baik yang sudah ada,” paparnya.
Sumber: Antara | Editor: M. Kamali