04 April 2025

Get In Touch

Lestarikan Tari Tradisional, Dindik Kota Kediri Lakukan Konservasi Budaya

Para guru PAUD dan TK mengkuti gerakan Tari Gogor Putih yang diajarkan instruktur tari Ety Kusumaningtyas dari Sanggar Guntur.
Para guru PAUD dan TK mengkuti gerakan Tari Gogor Putih yang diajarkan instruktur tari Ety Kusumaningtyas dari Sanggar Guntur.

KEDIRI (Lenteratoday) - Pemkot Kediri melalui Dinas Pendidikan (Dindik) berupaya melakukan konservasi budaya, khususnya tari tradisional agar tidak tergerus oleh budaya mancanegara melalui Pelatihan Gerak dan Tari Budaya Kota Kediri yang diikuti 260 Guru Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan TK se-Kota Kediri.

Rilis Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Kedirii, Jumat(8/11/2024) menyebutkan kegiatan tersebut berlangsung, Kamis(7/11/2024). Kepala Dinas Pendidikan (Dindik) Kota Kediri, Moh Anang Kurniawan menjelaskan pelatihan yang berlangsung di Aula Ki Hajar Dewantara Kantor Dindik akan diteruskan kepada para murid PAUD dan TK di Kota Kediri.

“Acara ini merupakan bentuk komitmen kita bersama untuk terus menjaga, melestarikan, dan mengembangkan kebudayaan daerah sekaligus memberikan penguatan pada kualitas pendidikan anak usia dini. Tarian ini akan diajarkan kepada anak-anak dalam bentuk ekstrakurikuler, supaya selain mereka sehat, juga bisa turut melestarikan budaya asli Kota Kediri,” ucapnya.

Pelatihan tersebut dibagi menjadi dua sesi, sesi pertama menarikan Tari Gogor Putih kemudian pada sesi kedua memperagakan Senam Kreasi Kediriku. Melalui kegiatan tersebut, Anang berharap agar para peserta dapat menguasai gerak tari, sehingga dapat mentransmisikan kepada peserta didik di masing-masing sekolah.

“Diharapkan anak-anak supaya sehat, senang, dan ikut melestarikan budaya tradisional,” tutupnya.

Pada kesempatan yang sama, Ety Kusumaningtyas, pemateri dari Sanggar Guntur menuturkan Tari Gogor Putih diciptakan berdasarkan ikon Kota Kediri yakni Macan Putih.

“Gogor, artinya anak Macan. Di sini Saya mengambil Gogor karena yang menarikan anak-anak, makanya Saya ambil gerakan Gogor Putih atau anaknya Macan Putih,” jelas perempuan berkacamata itu.

Konon cerita, ujar Ety, Macan Putih merupakan penjelmaan dari Sri Aji Joyoboyo yang mengubah wujudnya karena ingin lebih dekat dan mengetahui kondisi rakyatnya.

“Harapan saya kelak anak-anak kalau sudah besar bisa meneladani kisah Raja Joyoboyo sebagai pemimpin yang bertanggung jawab, bisa dekat dengan rakyat, dan berkepribadian luhur,” tandasnya.

Sementara itu, Fitria Enggarsari, pemateri dari Sanggar Dieva Dance Studio Kediri, mengutarakan pelatihan gerak yang diajarkan yakni Senam Kreasi Kediriku. Tak lepas dari kesenian asli Kota Kediri, Senam Kreasi Kediriku terilhami dari Tari Jaranan yang dikemas dalam bentuk kontemporer, dengan tetap menggunakan pecut sebagai properti.

“Gerakan ini kami sosialisasikan kepada bunda-bunda PAUD, kemudian diimbaskan untuk anak-anak Kota Kediri. Nanti saat Hari Anak Nasional kita senam bersama membawakan Senam Kreasi Kediriku untuk memecahkan Rekor MURI,” terangnya.

Diharapkan melalui senam ini dapat meningkatkan kebugaran jasmani serta menambah kegiatan positif siswa kanak-kanan di Kota Kediri.(*)

Reporter: Gatot Sunarko

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.