Debat Publik Pilkada Kota Blitar 2024, Paslon SAE Soroti Hilangnya Rastrada dan RT Keren dari Program Paslon BABA

BLITAR (Lenteratoday) - Pada debat publik ketiga Pilkada Kota Blitar 2024, pasangan calon (paslon) nomor 2, Syauqul Muhibbin dan Elim Tyu Samba (SAE) menyoroti hilangnya program Beras Kesejahteraan Daerah (Rastrada) dan RT Keren pada program Paslon nomor 1, Bambang Rianto-Bayu Setyo Kuncoro (BABA).
Debat publik ketiga Pilkada 2024 yang digelar KPU Kota Blitar, Rabu (13/11/2024) tadi malam di Gedung Kesenian Aryo Blitar merupakan debat terakhir yang mengambil tema Persatuan dan Keselarasan Pembangunan.
Guna menjaga budaya kearifan lokal Kota Blitar, pada debat pamungkas ini juga dilaksanakan dengan menggunakan Bahasa Jawa Blitaran pada sesi ke 4 dan 5 yakni tanya jawab antar paslon.
Pada sesi ke 5 inilah, Paslon SAE menyoroti tidak adanya program Rastrada dan RT Keren dari visi misi dan program Paslon BABA.
"Setelah membaca dan memperhatikan visi misi dan program Paslon nomor 1, kami tidak menemukan program Rastrada dan RT Keren. Tertulis RT Ramah dan tidak ada anggarannya, jadi kami pertanyakan diteruskan atau tidak," tutur calon Wali Kota Blitar dari Paslon SAE, Mas Ibin sapaan Syauqul Muhibbin.
Mendapat pertanyaan demikian, Cawali dari Paslon BABA, Bambang Rianto menjawab kalau meskipun Rastrada tidak tercantum dalam visi misi dan program, tapi tetap akan dilaksanakan.
"Karena program Rastrada sudah dan sedang dilaksanakan, karena program kami sudah didiskusikan dengam pemkot dan DPRD Kota Blitar. Jadi meskipun program kami tidak banyak, tapi nyata dan realistis," jawab Bambang.
"Termasuk program RT Keren, hanya perbedaan istilah saja menjadi RT Ramah. Bahkan, anggarannya juga realistis sesuai dengan kemampuan anggaran," imbuhnya.
Mendapat jawaban demikian, kembali Paslon SAE menanggapi, bahwa dokumen visi misi dan program paslon menjadi acuan dalam penyusunan RPJP dan APBD selanjutnya.
"Kalau tidak masuk (dalam visi misi dan program paslon), lalu dasar penyusunan APBD nya bagaimana ini. Padahal kedua program ini sangat penting dan dirasakan manfaatnya oleh masyarakat Kota Blitar," tandas Mas Ibin.
Paslon BABA kembali mendapat kesempatan menanggapi hal ini, dengan mengatakan programnya tidak perlu disampaikan secara mendetail.
"Karena malah akan membingungkan masyarakat, intinya program Rastrada dan RT Keren akan dilaksanakan dan dilanjutkan," pungkasnya.
Tampak hadir pada debat ketiga ini, jajaran KPU Kota Blitar, Bawaslu Kota Blitar, Forkopimda Kota Blitar, partai politik pengusung dan pendukung.
Dalam pelaksanaan debat publik ketiga ini, juga menjadi ajang unjuk kekuatan dukungan dari masing-masing paslon. Karena terlihat ratusan bahkan ribuan massa pendukung, terlihat hadir ke lokasi debat meskipun yang masuk ke dalam gedung dibatasi.
Sebelumnya, Ketua KPU Kota Blitar, Rangga Bisma Aditya menyampaikan dalam sambutannya bahwa debat ketiga atau yang terakhir ini akan menjadi ajang paslon, untuk menyampaikan visi misi dan programnya.
"Agar diketahui dan bisa meyakinkan pemilih di Kota Blitar, untuk menentukan pilihan dan hadir ke TPS pada 27 November 2024," kata Rangga.
Selanjutnya Rangga juga menyampaikan untuk nguri-nguri (melestarikan) budaya lokal Kota Blitar, sengaja menggelar debat ketiga ini pada sesi 4 dan 5 menggunakan Bahasa Jawa Blitaran.
"Agar nanti paslon yanh terpilih bisa nguri-nguri budaya lokal Kota Blitar, serta masuk dalam program pembangunan Kota Blitar sesuai dengan kerakter bangsa Indonesia," imbuhnya. (*)
Reporter: Arief Sukaputra | Editor : Lutfiyu Handi