
MALANG (Lenteratoday) - Keluhan sejumlah pedagang kuliner terkait lokasi tempat penampungan sementara (TPS) sampah yang berdekatan dengan warung makan, mendapat perhatian dari Pemerintah Kota (Pemkot) Malang.
Sebagai respon, Pemkot Malang merencanakan penataan kawasan kuliner secara bertahap dan memperbaiki TPS sampah, untuk menciptakan lingkungan yang lebih sehat dan mendukung sektor ekonomi lokal.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Malang, Noer Rahman Widjaya mengungkapkan keluhan beberapa pedagang kuliner memang sudah lama muncul, meski belum disampaikan secara resmi. Salah satu lokasi yang menjadi sorotan yakni TPS sampah di Jalan Ikan Tombro, di mana ada beberapa warung yang berdekatan dengan tersebut.
“Selama ini memang ada beberapa keluhan dari pemilik warung di dekat TPS sampah, meski hanya disampaikan secara lisan. Letak TPS di pinggir jalan, seperti di Jalan Ikan Tombro memang menimbulkan beberapa masalah,” ujar Rahman, Senin(18/11/2024).
Rahman menambahkan bau yang muncul dari limbah cair (lindi), menjadi salah satu faktor yang dikeluhkan oleh para pedagang. Oleh karena itu, sebelum mewujudkan kawasan kuliner, menurutnya DLH berencana menambahkan fasilitas seperti sumur resapan dan tampungan air lindi di TPS sampah.
Langkah ini bertujuan agar cairan sampah, tidak mencemari lingkungan sekitar dan bau tidak sedap bisa diminimalisasi.
Sementara itu, Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan menegaskan pemerintah akan fokus melakukan penataan kawasan kuliner, terutama yang berlokasi dekat dengan TPS sampah. Menurutnya kawasan kuliner harus ditata, agar tetap menarik bagi wisatawan sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi lokal.
“Daerah kuliner memang harus kita tata dan data dengan baik. Tujuannya agar dapat mendatangkan lebih banyak wisatawan, baik dari Kota Malang maupun luar kota. Salah satu upaya yang kami lakukan adalah menata TPS sampah di sekitarnya, supaya kawasan kuliner tetap sehat dan terjaga kebersihannya,” kata Iwan.
Ia menambahkan penataan ini akan dimulai dengan renovasi 6 TPS sampah sebagai pilot project, akan dilengkapi fasilitas pendukung seperti sumur resapan dan tampungan air lindi. Untuk meminimalkan dampak limbah cair yang sering menimbulkan bau tidak sedap.
“Dengan lingkungan yang lebih bersih, kawasan kuliner akan semakin nyaman bagi pengunjung,” tambahnya.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais