Lukmanul Hakim Bakal Siapkan Dokter Keliling untuk Atasi Kesenjangan Kesehatan di Jawa Timur

SURABAYA (Lenteratoday) — Dalam kunjungannya ke Kecamatan Gondang, Kabupaten Mojokerto, Calon Wakil Gubernur Jawa Timur nomor urut 1, Lukmanul Hakim, menyampaikan keprihatinannya terhadap sulitnya akses layanan kesehatan di wilayah pedesaan, Rabu (20/11/2024).
Lukman yang datang untuk mendengarkan langsung aspirasi warga, bertemu dengan seorang penduduk yang telah bertahun-tahun menderita sakit tanpa mendapatkan pengobatan layak. Kisah ini semakin meneguhkan tekadnya untuk membawa perubahan nyata jika terpilih memimpin Jawa Timur bersama Luluk Nur Hamidah.
Sebagai solusi, Lukman memperkenalkan program dokter keliling yang dirancang untuk menjawab permasalahan mendasar ini. Ia menjelaskan bahwa layanan kesehatan ini akan menjangkau masyarakat di daerah-daerah terpencil yang selama ini sulit mendapatkan perhatian medis.
"Jika kami, pasangan Luluk-Lukman, mendapat kepercayaan untuk memimpin Jawa Timur, kami akan menghadirkan dokter keliling agar warga tidak lagi kesulitan mendapatkan pertolongan medis, terutama yang berada di wilayah terpencil,” ujar Lukman.
Program ini, menurut Lukman, tidak hanya memberikan pelayanan medis secara langsung, tetapi juga menjadi langkah awal pemerataan layanan kesehatan di seluruh Jawa Timur. Dengan hadirnya tenaga medis yang proaktif, ia berharap masyarakat tidak lagi merasa diabaikan. Selain itu, program dokter keliling ini dirancang untuk menangani berbagai kebutuhan kesehatan, mulai dari pengobatan dasar hingga pencegahan penyakit.
Lukman menegaskan bahwa pemerataan layanan kesehatan adalah prioritas utama pasangan Luluk-Lukman. Ia menyadari banyak wilayah di Jawa Timur yang belum memiliki akses medis memadai, terutama di daerah terpencil yang jauh dari pusat pelayanan kesehatan. Kondisi ini menurutnya harus segera diatasi dengan pendekatan yang lebih inklusif dan responsif.
Tidak hanya itu, Lukman juga menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah daerah, tenaga medis, dan masyarakat untuk menciptakan sistem kesehatan yang lebih efektif dan efisien. Ia percaya bahwa pemerataan kesehatan bukan hanya tentang fasilitas, tetapi juga bagaimana semua pihak bekerja sama untuk memastikan layanan kesehatan dapat diakses oleh semua lapisan masyarakat. (*)
Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi