
MALANG (Lenteratoday) - Tim kampanye pasangan calon (Paslon) nomor urut 3 Pilkada Kota Malang, Mochamad Anton-Dimyati Ayatulloh (ABADI), secara resmi mengumumkan pembatalan rencana kampanye akbar.
Keputusan ini diambil setelah tim melakukan evaluasi internal, yang menilai kampanye akbar tidak cukup efektif memberikan manfaat yang signifikan.
"Sudah diputuskan dan sudah saya tanda tangani selaku ketua divisi kampanye, jadi dari hasil evaluasi harian maka kami tidak melakukan kampanye akbar," ujar Ketua Divisi Kampanye Paslon Nomor urut 3 Pilkada Kota Malang, Arief Wahyudi, dikonfirmasi melalui sambungan selular, Kamis(21/11/2024).
Alasan utama dibalik pembatalan rencana kampanye akbar ini, menurut Arief yakni mempertimbangkan keefektifan dan efisiensi kampanye bagi masyarakat.
"Itu akan merugikan masyarakat, karena yang hadir pasti banyak. Kedua juga merugikan atau menambah beban konstituen kita. Sejak awal sebenarnya kami tidak (terlalu) merencanakan kampanye akbar," tambah Arief.
Arief juga menjelaskan meskipun rencana kampanye akbar sempat diajukan ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Malang, namun setelah dilakukan evaluasi lebih lanjut tim merasa kegiatan tersebut tidak akan memberikan manfaat yang signifikan.
"Kami tidak ingin show off di sana (kampanye akbar). Karena pendukung kami sudah solid, sehingga sudahlah kami gak usah melakukan kampanye akbar. Keputusannya ini dikeluarkan Selasa malam," tukasnya.
Sementara itu, Ketua KPU Kota Malang, Muhammad Toyyib mengonfirmasi hingga saat ini, hanya pasangan calon nomor urut 1, Wahyu Hidayat-Ali Muthohirin yang akan melaksanakan kampanye akbar atau rapat umum.
"Pasangan calon nomor urut 1 telah mengonfirmasi, mereka akan mengadakan kampanye akbar yang direncanakan berlangsung di Stadion Gajayana," ungkap Toyyib.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais