03 April 2025

Get In Touch

Program Makan Bergizi Gratis Jadi Harapan Baru Atasi Stunting di Banyuwangi

Anggota DPRD Jatim, Makmullah Harun.
Anggota DPRD Jatim, Makmullah Harun.

BANYUWANGI (Lenteratoday) – Tingginya angka stunting di Kabupaten Banyuwangi, terus menjadi perhatian serius pemerintah. Berbagai upaya dilakukan mulai dari kebijakan tingkat pusat hingga daerah, untuk mengatasi masalah yang hampir merata di wilayah ujung timur Pulau Jawa tersebut.

Anggota DPRD Jawa Timur, Makmullah Harun mengungkapkan bahwa stunting di Banyuwangi tidak semata-mata dipicu oleh faktor ekonomi. Ia menyoroti rendahnya pemahaman sebagian orang tua, tentang pentingnya gizi dan tumbuh kembang anak sebagai salah satu penyebab utama.

“Masalah ekonomi bukan satu-satunya penyebab. Banyak orang tua yang kurang memahami kebutuhan gizi anak dan bagaimana memastikan tumbuh kembang mereka berjalan optimal,” ungkap Makmullah, Jumat(22/11/2024).

Politisi PKB tersebjt menilai Makan Bergizi Gratis merupakan salah satu kebijakan unggulan pemerintahan Prabowo-Gibran, memberikan angin segar bagi upaya penanganan stunting di Banyuwangi. Program ini menyediakan makan bergizi secara gratis bagi anak-anak, yang diharapkan dapat memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

“Program ini disambut baik oleh masyarakat, karena dapat langsung dirasakan manfaatnya. Namun, kami juga mendorong adanya tambahan makanan khusus, untuk anak-anak di bawah usia lima tahun,” jelasnya.

Makmullah menegaskan bahwa anak usia dini membutuhkan perhatian ekstra dalam pemenuhan gizi, untuk mendukung perkembangan fisik dan mental mereka.

"Makanan tambahan untuk balita sangat penting, agar gizi mereka terpenuhi secara maksimal,” tegasnya.

Diketahui sebelumnya, Presiden Prabowo Subianto sendiri menekankan komitmennya terhadap program Makan Bergizi Gratis dalam Sidang Kabinet Paripurna (SKP) pertama pemerintahannya. Ia menginstruksikan seluruh jajaran kementerian, lembaga, hingga pemerintah daerah untuk mendukung penuh pelaksanaan program tersebut.

“Makan gratis ini adalah bagian dari rencana kebangkitan bangsa Indonesia. Jika ada yang tidak mendukung, silakan keluar dari kabinet,” tandas Prabowo.

Presiden Prabowo juga menekankan pentingnya evaluasi rutin setiap enam bulan sekali terhadap kinerja para menteri dan wakil menteri. Ia tidak segan-segan mencopot pejabat yang dinilai tidak mampu menjalankan program prioritas pemerintah, termasuk dalam mengentaskan stunting.

Dengan kolaborasi pemerintah pusat dan daerah serta dukungan dari berbagai pihak, diharapkan angka stunting di Banyuwangi dapat ditekan secara signifikan.

Reporter: Pradhita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.