03 April 2025

Get In Touch

Seribu Pelajar Bondowoso Tari Ojung Pecahkan Rekor MURI

Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto menari ojung bersama ribuan pelajar penari ojung di Alun-alun Ki Bagus Asra dan berhasil merah Rekor Muri.
Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto menari ojung bersama ribuan pelajar penari ojung di Alun-alun Ki Bagus Asra dan berhasil merah Rekor Muri.

BONDOWOSO (Lenteratoday) - Seribu siswa dari berbagai sekolah di Bondowoso melakukan pagelaran Tari Ojung di Alun-alun Ki Bagus Asra. Tarian massal yang baru pertama kali digelar tersebut berhasil mencatatkan rekor Museum Rekor Indonesia (MURI). Seribu penari ojung terdiri dari siswa SD, SMP, dan SMA berasal dari seluruh sekolah di Bondowoso yang akrab dijuluki Kota Tape.

Tari Ojung ini ditarikan berpasangan, lalu saling berlawanan untuk bertarung satu sama lain. Dalam pagelaran tersebut terdapat 529 pasang penari Ojung. "Kami sengaja melibatkan para pelajar. Karena mereka merupakan generasi penerus bangsa di masa mendatang agar tetap mengang taro ojung sebagai seni budaya tradisi asli Bondowoso," kata Pj Bupati Bondowoso Bambang Soekwanto, Sabtu (14/7/2024). Dia menambahkan, pelajar Bondowoso harus mengenal seni budaya tradisional. Bahkan, harus ikut mempertahankan tradisi itu di tengah gempuran budaya modern saat ini. "Sehingga budaya peninggalan leluhur ini akan tetap lestari. Sebagai generasi muda, para pelajar harus mengenali budaya adiluhung bangsa," ujarnya.

Tari Ojung merupakan budaya khas Bondowoso dan kawasan Tapal Kuda lainnya. Seperti Situbondo, Jember, Lumajang, dan Probolinggo, dan sekitarnya.
Dalam budayanya, Ojung biasanya dilakukan saat musim kemarau panjang. Sebab selain sebagai budaya, juga dipercaya bisa mendatangkan hujan. Tarian ini dilakukan oleh dua orang bertelanjang dada saling berhadapan dan bertarung mencambukkan sebatang rotan sebagai senjata satu sama lain. Sasarannya adalah punggung. Rotan itu lantas dicambukkan ke lawannya secara bergantian tanpa amarah dan dilakukan dengan riang gembira. Biasanya, bekas cambukan rotan seukuran jempol tangan itu meninggalkan bilur, bahkan hingga berdarah di punggung lawan. Konon, berkas cambukan yang mengeluarkan darah itu dipercaya sebagai penanda bakal segera turun hujan. (mok/adv)

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.