Pj Wali Kota Malang Minta Ketua RW Aktif Atasi Anak Tidak Sekolah, Target 5.600 Kasus Tuntas Desember 2024

MALANG (Lenteratoday) - Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan meminta peran aktif Ketua RW turut serta, mengatasi persoalan Anak Tidak Sekolah (ATS) di wilayahnya.
Dengan dukungan penuh dari masyarakat, Iwan optimis target penyelesaian 5.655 kasus ATS di Kota Malang dapat tercapai pada Desember 2024.
"Dari awal disampaikan data dari pemerintah pusat bahwa ada 5.600 sekian ATS di Kota Malang, alhamdulillah progresnya sudah 800 sekian yang sudah masuk ke dalam program pusat kegiatan belajar mandiri (PKBM) dan disesuaikan paket A atau B," ujar Iwan, Senin(25/11/2024).
Iwan menegaskan pentingnya keterlibatan Ketua RW termasuk ketua RT, dalam mendata dan memberikan pengarahan kepada orangtua serta anak yang masih terindikasi putus sekolah.
"Bapak/ibu Ketua RW nanti dapat mengidentifikasi anak-anak yang membutuhkan bantuan, untuk melanjutkan pendidikan dan mengedukasi orangtua mengenai pentingnya pendidikan. Siapa saja yang terindikasi, nanti bisa didata sehingga gerakan ini dapat berjalan dengan lebih cepat dan efektif," kata Iwan.
Iwan menambahkan penanganan ATS bukan hanya tanggungjawab OPD terkait, namun juga perlu kolaborasi dari tingkat bawah. Menurutnya saat ini para camat di Kota Malang juga telah mulai melaksanakan pendataan, dan bertemu dengan pihak PKBM untuk membahas langkah-langkah lebih lanjut.
Iwan optimistis dengan kolaborasi yang solid antar seluruh pihak, target tersebut dapat tercapai di akhir 2024 ini. Menurutnya, Pemkot Malang akan terus mengupayakan agar anak-anak yang putus sekolah dapat kembali melanjutkan pendidikan tanpa terbebani biaya.
"Syukur-syukur Desember bisa selesai tapi kalau tidak ya mundur dikit, lah, Januari 2025 paling tidak. Karena di masa kepemimpinan saya, saya ingin itu tuntas semua. Potensi untuk tuntas ini sangat ada karena tidak perlu ada pembiayaan yang dialokasikan untuk ini karena PKBM yang siap untuk menampung ATS," terangnya.
Sebagai langkah untuk mendukung program ini, Iwan juga mengungkapkan beberapa sekolah bahkan mulai menunjukkan dukungan dengan menawarkan kesempatan untuk belajar kembali bagi anak-anak ATS.
Menurutnya, beberapa kepala sekolah telah menghubungi PKBM, Camat, dan Lurah untuk menampung 5-10 anak ATS di sekolah mereka. Hal ini menunjukkan adanya dukungan yang kuat dari dunia pendidikan untuk mewujudkan program ini.
“Kemarin saya sempat bertemu dengan beberapa perwakilan PKBM, memberikan semangat, dan meminta mereka untuk aktif jemput bola. Ini langkah yang luar biasa dan saya sangat mengapresiasi,” ungkap Iwan.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais