
MALANG (Lenteratoday) - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Malang telah mengidentifikasi sebanyak13 kecamatan, yang berpotensi mengalami bencana hidrometeorologi. Daerah-daerah ini rawan mengalami banjir, tanah longsor, hingga angin kencang atau puting beliung, terutama dalam kondisi cuaca ekstrim seperti saat ini.
Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Malang, Sadono Irawan menyebutkan daerah yang dikategorikan rawan bencana banjir meliputi Kecamatan Pujon, Ngantang, Kasembon, Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Poncokusumo, Ampelgading, Tirtoyudo, Dampit, Sumbermanjing Wetan, Gedangan, Kalipare, dan Wagir.
"Sementara itu kalau kecamatan yang rawan gerakan tanah atau rawan longsor, itu meliputi wilayah yang sama dengan potensi banjir. Dengan tambahan kecamatan Tumpang, Kromengan, Ngajum, dan Wonosari," ujar Sadono dikonfirmasi, Senin(25/11/2024).
Lebih lanjut, Sadono juga menyebutkan beberapa kecamatan yang berisiko angin kencang atau puting beliung, antara lain yakni wilayah Karangploso, Dau, Singosari, Lawang, Pakis, Jabung, Tajinan, Poncokusumo, Bululawang, Gondanglegi, Sumberpucung, dan Kepanjen.
Menurutnya, BPBD Kabupaten Malang pun telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi dan kesiapsiagaan, untuk menghadapi potensi bencana tersebut. Termasuk koordinasi antar instansi, serta penyiapan peralatan tanggap darurat.
"Ini risiko tahunan, jadi kesiapsiagaan yang telah disiapkan BPBD. Antara lain peralatan darurat, seperti chainsaw, pompa air, genset, perahu karet, truk tangki, dan eksavator. Selain itu, kami juga telah menyiapkan logistik untuk kebutuhan evakuasi, seperti makanan siap saji, sandang, dan perlengkapan anak," tambah Sadono.
Sadono menyampaikan pihaknya juga mengimbau kepada pemangku kepentingan di masing-masing kecamatan yang teridentifikasi rawan, untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan, terutama saat memasuki musim pancaroba.
"Pos Lapangan juga telah kami bentuk di empat wilayah strategis, Ngantang, Tumpang, Tirtoyudo, dan Gedangan, untuk mempercepat respons terhadap bencana dan meningkatkan efisiensi penanganannya," kata Sadono.
Terpisah, Kepala Stasiun Meteorologi Kelas I Juanda Sidoarjo, Taufiq Hermawan juga mengingatkan masyarakat akan potensi bencana hidrometeorologi, termasuk hujan lebat yang berpotensi menyebabkan banjir dan longsor.
Menurut Taufiq beberapa daerah di Jawa Timur, termasuk Kabupaten Malang, berada dalam status waspada menghadapi dampak potensi hujan lebat. Hal ini dapat memengaruhi infrastruktur, seperti jembatan yang rendah, dan menyebabkan kerusakan akibat longsor serta peningkatan volume aliran sungai yang bisa mengganggu aktivitas masyarakat.
"Sebagai langkah antisipasi, BMKG menyarankan sejumlah rekomendasi untuk dapat dilaksanakan, antara lain berhati-hati jika beraktivitas di luar rumah, memperbarui informasi melalui media massa maupun media sosial terkait kebencanaan, tidak beraktivitas di luar rumah jika tidak mendesak, serta berkoordinasi dengan pihak-pihak terkait kebencanaan," tukas Taufiq.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais