
SURABAYA (Lenteratoday) – Delegasi 36 negara dalam Election Visit Program (EVP) – Indonesia’s Simultaneous Regional Elections 2024 kaget dan senang dengan demokrasi pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) di Jawa Timur. Di mana semua calon gubernurnya adalah wanita.
“Mereka kaget dan senang lah, ya dengan situasi yang ada di sini dan pasti tidak terbayangkan di negara mereka praktek-praktek lokalnya,” kata Ketua KPU RI, Mochammad Afifuddin, setelah talk show EVP-– Indonesia’s Simultaneous Regional Elections 2024 di Hotel Majapahit Surabaya, Selasa (26/11/2024).
Afifuddin melanjutkan, mereka akan lebih tertarik lagi ketika melihat situasi di TPS. Bahkan dia mengistilahkan bahwa Pilkada serantak ini adalah diplomasi pemilu dan demokrasi dimana bisa saling belajar satu sama lain.
“Ini isinya kan penyelanggaraan Pemilu yang saling bertukar pengalaman dan bagaima TPS dikelola dan lainnya,” tandasnya.
Disinggung tentang Jatim sebagai tuan rumah, Afifuddin menjelaskan bahwa sebenarnya acara ini sering dilakukan, namun selalu di Jakarta, dan yang menjadi penyelenggara adalah KPU Jakarta dan sekitarnya. Afifuddin mengatakan mereka terlalu sering direpotkan sehinga diadakan di Jatim.
“Kedua, tiga calon perempuan ini bagi kami menarik dan juga ada calon tunggal, dan insyaallah itu menjadi menarik bagi pemantau luar,” tandasnya.
Sementara itu, Staf Ahli Menteri Luar Negeri RI Bidang Hubungan Antarlembaga, Muhsin Syihab dalam paparannya menerangkan bahwa proses demokrasi yang ada di Indonesia menjadi istimewa seiring dengan keberagaman yang ada di Indonesia. Dia memaparkan bahwa Indonesia terdiri dari berbagai suku. “Indonesia punya 714 bahasa daerah, dan disatukan dengan bahasa Indonesia. Sehingga ada keberagaman sendiri yang mungkin tidak ada di Negara lain,” katanya.
Selain itu dia menjelaskan secara geografis Indonesia juga cukup beragam. Keberagaman itu mempengaruhi adanya berbagai budaya di masyarakat. Menurutnya, bukan hal yang mudah untuk menyatukan berbagai budaya dalam sebuah demokrasi, namun semua itu bisa terjadi di Indonesia. “Ini tentunya akan sangat berbeda dengan pengalaman masing-masing sesuai negaranya,” tandasnya.
Kemudian, secara mayoritas penduduk Indonesia mayoritas memeluk agama Islam. Namun, di Indonesia juga ada berbagai agama lainnya. Sama seperti budaya, ketika terjadi kesatuan dalam proses demokrasi meski ada perbedaan agama ini menjadi keberhasilan dan kekhasan di Indonesia.
“Tentu ini menjadi pengalaman baru bagi para delegasi dari masing-masing Negara. Sehingga bisa saling belajar,” tandasnya.
Untuk diketahui, delegasi dari 36 negara tersebut diantaranya dari Asia, Eropa, Afrika, hingga Amerika Latin. EVP ini akan berlangsung mulai 25 hingga 28 November 2024. Selain dihadiri KPU Pusat juga mengundang Kedutaan besar negara-negara sahabat, perwakilan dari Universitas mitra kerja sama dalam dan luar negeri, kelompok masyarakat sipil lokal dan internasional, instansi pemerintah setempat, hingga pihak terkait lainnya
Selain itu, kegiatan yang digelar selama kurang lebih 3 hari ini meliputi kunjungan persiapan Pemilihan pada 1 hari sebelum pemilihan dan kunjungan ke Tempat Pemungutan Suara (TPS) pada hari pemungutan dan penghitungan suara. (*)
Reporter : Lutfi | Editor : Lutfiyu Handi