
TEL AVIV (Lenteratoday) -Kabinet keamanan Israel pada Selasa (26/11/2024) sore waktu setempat akan membahas usulan gencatan senjata melawan Hizbullah.
Amerika Serikat (AS), Uni Eropa, dan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) belakangan ini terus mendorong gencatan senjata dalam pertempuran Israel kontra kelompok Lebanon tersebut, yang meningkat menjadi perang skala penuh pada akhir September 2024.
Adu tembak bahkan semakin intensif ketika pembicaraan gencatan senjata digencarkan. Pada Minggu (24/11/2024) saja, Israel melaporkan ada 250 proyektil yang ditembakkan dari Lebanon.
Wakil Menteri Luar Negeri Israel Sharren Haskel mengatakan, kabinet keamanan akan bertemu untuk membahas kesepakatan gencatan senjata, tetapi ia tidak menjelaskan secara rinci karena sensitivitas masalah tersebut.
Sebelumnya, pejabat Israel yang berbicara dengan syarat anonim mengatakan, kabinet keamanan akan membuat keputusan pada Selasa malam.
Juru bicara Dewan Keamanan Nasional AS John Kirby pada Senin (25/11/2024) menyampaikan, pembicaraan sedang berlangsung, tetapi belum selesai.
Ia mengeklaim bahwa perundingan hampir berbuah kesepakatan.
AS dan Perancis adalah dua negara yang memimpin upaya menengahi gencatan senjata.
Kantor berita Axios di AS melaporkan, rancangan perjanjian gencatan senjata mencakup masa transisi 60 hari.
Selama waktu tersebut, pasukan Israel akan mundur, tentara Lebanon ditempatkan kembali di dekat perbatasan, dan Hizbullah bakal memindahkan senjata beratnya ke utara Sungai Litani.
Komite yang dipimpin AS akan mengawasi pelaksanaannya. Ada pula ketentuan yang mengizinkan Israel bertindak melawan ancaman yang akan segera terjadi jika pasukan Lebanon gagal mengintervensi.
Menteri Pertahanan Israel, yakni Israel Katz, menyatakan kepada utusan PBB di Lebanon, Janine Hennis-Plasschaert, negaranya tidak memiliki toleransi ketika membela keamanan, meskipun sedang gencatan senjata.
"Kalau Anda tidak bertindak, kami akan melakukannya, dengan paksa," ucap Katz kepada Hennis-Plasschaert saat pertemuan di Tel Aviv (*)
Sumber: Kompas|Editor: Arifin BH