
JAKARTA (Lenteratoday) - Menteri Koordinator (Menko) Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) menegaskan posisi strategis infrastruktur dalam pembangunan. Menurut dia, infrastruktur merupakan landasan sekaligus tulang punggung pembangunan berkelanjutan di Indonesia ke depan.
Visi misi besar Presiden Prabowo Subianto untuk mencapai petumbuhan 8%, kata AHY, bisa dicapai melalui pembangunan infrastruktur di seluruh wilayah Indonesia. Infrastruktur tersebut di antaranya mendukung konektivitas antar wilayah, meliputi bandara, pelabuhan, stasiun, kereta api, serta jalan.
Konektivitas antar wilayah, lanjut AHY, akan langsung berdampak pertumbuhan ekonomi dan juga kesejahteraan masyarakat, sehingga perlunya menghadirkan keseimbangan.
"Karena, jangan karena kita ingin mengejar pertumbuhan setinggi-tingginya, kemudian kita melupakan aspek-aspek lingkungan hidup. Kita harus jaga kelestarian bumi dan lingkungan hidup kita, agar benar-benar anak cucu kita bisa juga mendapatkan kebaikannya, kalau tidak namanya kita egois dan kita hanya memiliki diri sendiri," ujar AHY pada forum Economic & Capital Market Outlook 2025 di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Jakarta, Kamis (28/11/2024).
AHY menyampaikan apresiasinya atas penyelenggaraan forum Economic and Market Outlook 2025 oleh Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dan CSA Community. Menurut dia, acara hari ini bisa mencari solusi-solusi terbaik sebagai bagian dari upaya mencari sumber-sumber penganggaran pembangunan infrastruktur dasar dan Sumber Daya Manusia (SDM).
"Kita tahu sekolah-sekolah kita, fasilitas pelayanan kesehatan juga harus ditingkatkan. Jadi, kita tahu begitu banyak tantangannya, maka kita harus bersinergi dan berkolaborasi," ujar AHY.
AHY menyampaikan pemerintah akan sangat memperhatikan perlunya pembangunan infrastruktur yang berwawasan hijau guna mendukung terwujudnya sasaran pemerintah yaiutu emisi nol bersih atau Net Zero Emission (NZE) pada tahun 2060.
Dalam setiap pembangunan infrastruktur, Ia menyebut pemerintah akan terus mengeluarkan kebijakan-kebijakan baru dan peraturan yang lebih ketat yang mengacu pada terwujudkan komitmen internasional seperti Paris Agreement.
Economi & Capital Market Outlook 2025, bertemakan Sistem Keuangan Berkelanjutan Menuju Pasar Modal Hijau atau Sustainable Finance Transformation: Towards a Green Capital Market merupakan bagian dari Rangkaian Kegiatan CSA Awards 2024 yang diinisiasi oleh Asosiasi Analis Efek Indonesia (AAEI) dan CSA Community.
Pada tahun ini, Economic & Capital Market Outlook mengangkat tema yang relevan dengan kondisi saat ini, yang mana Ekonomi Hijau menjadi concern para negara-negara maju dan berkembang dalam mewujudkan Sistem Keuangan Berkelanjutan yang mengacu pada Sustainable Development Goals (SDG) atau Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.
AAEI memandang pentingnya sistem keuangan berkelanjutan, guna menopang berbagai pembangunan infrastruktur, proyek-proyek ramah lingkungan, serta bagaimana pasar modal
Indonesia turut berperan mendorong ekonomi yang lebih hijau, yang akan mencakup ESG Investing serta inisiatif keberlanjutan lainnya.
Sumber : Antara | Editor : M. Kamali