04 April 2025

Get In Touch

90 Persen Bangunan Pasar Besar Dibongkar, Pemkot Malang Finalisasi DED untuk Cairkan Bantuan Rp 250 Miliar

Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. (Santi/Lenteratoday)
Pj Wali Kota Malang, Iwan Kurniawan. (Santi/Lenteratoday)

MALANG (Lenteratoday) - Rencana revitalisasi Pasar Besar Malang memasuki tahapan baru, emerintah Kota (Pemkot) Malang memastikan 90 persen bangunan pasar tersebut akan dibongkar total sesuai standarisasi Kementerian PUPR RI. 

Saat ini, Pemkot Malang tengah fokus mengejar finalisasi Detail Engineering Design (DED) sebagai salah satu syarat utama untuk merealisasikan bantuan senilai Rp 250 miliar dari pemerintah pusat. 

"Awalnya kan kami mengajukan Rp 465 miliar, kemudian ada penyesuaian dari Kementerian PUPR, menjadi Rp 250 miliar. Ini mengikuti kriteria dan standarisasi dari kementerian PUPR yang harus kami taati, sehingga terjadi penyesuaian di dalam anggaran yang akan diberikan nanti," ujar Iwan, Senin(2/12/2024). 

Iwan menjelaskan penyesuaian anggaran tersebut juga berdampak langsung, pada revisi Detail Engineering Design (DED) proyek revitalisasi pasar. Menurutnya, Pemkot Malang telah melakukan 3 kali pertemuan untuk membahas DED, termasuk menerima review dari Balai Prasaranan Permukiman Wilayah (BPPW) Jawa Timur, yang memberikan sejumlah catatan penting.

"Dalam DED terakhir yang sedang kami proses, ada beberapa perubahan untuk menyesuaikan dengan standar PUPR. Salah satunya adalah bangunan akan dirancang dengan kaidah green building, lengkap dengan tata ruang penghijauan agar lebih cerah, aman, dan nyaman bagi pedagang maupun pembeli," tambahnya.

Iwan memastikan sekitar 90 persen bangunan Pasar Besar akan dibongkar total, untuk mendukung desain baru yang lebih modern dan ramah lingkungan. Meski demikian, ia menegaskan penyelesaian DED menjadi prioritas agar bantuan dari pemerintah pusat dapat segera dicairkan.

"Ini menjadi prioritas bagi kami. Kalau anggaran revitalisasi Pasar Besar Malang ingin dipenuhi dari APBN, maka semua persyaratan dari Kementerian PUPR harus kami lengkapi komplit," katanya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, Amithya Ratnanggani Sirraduhita mendorong Pemkot Malang untuk melakukan pendekatan persuasif kepada pedagang. 

Pasalnya, selama beberapa tahun terakhir, rencana revitalisasi Pasar Besar Malang menuai pro dan kontra di kalangan pedagang. Beberapa pedagang merasa khawatir akan dampak relokasi sementara dan perubahan pasar yang akan datang. 

Perempuan yang akrab dengan sapaan Mia ini, menilai pendekatan yang baik dan komunikasi yang intensif dengan paguyuban pedagang sangat penting agar pelaksanaan pembangunan dapat berjalan lancar tanpa menimbulkan resistensi dari masyarakat.

"Ya, dengan adanya penyesuaian ini, saya rasa Pemerintah Kota saat ini perlu melakukan pendekatan persuasif kepada paguyuban para pedagang, agar pelaksanaan pembangunan bisa berjalan dengan lancar," tegasnya. 

Mia juga menambahkan DPRD Kota Malang telah menyetujui anggaran pendampingan sebesar Rp 10 miliar, untuk mendukung relokasi pedagang selama proses revitalisasi berlangsung. Dana yang berasal dari APBD Kota Malang ini akan digunakan, untuk memastikan pedagang tetap dapat menjalankan aktivitas ekonomi mereka di tempat lokasi sementara.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.