04 April 2025

Get In Touch

Sebanyak 22 Kecamatan di Sukabumi Terdampak Bencana, Pemkab Tetapkan Status Tanggap Darurat

Tim SAR gabungan mengevakuasi puluhan warga yang terjebak banjir di dalam Puskemas Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Rabu(4/12/2024).(foto:ist/ Antara)
Tim SAR gabungan mengevakuasi puluhan warga yang terjebak banjir di dalam Puskemas Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Jabar, Rabu(4/12/2024).(foto:ist/ Antara)

SUKABUMI (Lenteratoday) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana selama sepekan kedepan sejak, Rabu(4/12/2024). Setelah 22 kecamatan terdampak bencana hidrometeorologi, banjir, tanah longsor, tanah gerak dan angin kencang selama dua hari.

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sukabumi mencatat dari hasil pendataan sementara bencana hidrometeorologi, terjadi pada 33 titik di wilayah Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat selama dua hari yakni, Selasa(3/12/2024) dan Rabu(4/12/2024).

"Mayoritas kasus bencana terjadi pada, Rabu(4/12/2024). Akibatnya ratusan jiwa terdampak, bahkan satu warga dinyatakan meninggal akibat tertimbun tanah longsor di Kecamatan Gegerbitung yang hingga saat ini masih dalam pencarian," kata Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sukabumi, Deden Sumpena di Sukabumi, Rabu(4/12/2024).

Adapun hasil pendataan sementara kejadian bencana untuk bencana tanah longsor terjadi di 13 titik, banjir 9 titik, angin kencang 7 titik dan pergerakan tanah di 4 titik tersebar di 22 kecamatan.

Kemudian untuk jumlah warga yang terdampak sebanyak 103 kepala keluarga atau 243 jiwa, mengungsi sebanyak 46 kepala keluarga atau 93 jiwa kemudian terancam sebanyak 7 kepala keluarga atau 19 jiwa serta 1 orang meninggal dunia.

Selanjutnya untuk jumlah rumah yang rusak sebanyak 40 unit, dengan rincian 36 unit rusak ringan, 3 rusak sedang dan 1 rusak berat serta 6 fasilitas umum rusak dengan total kerugian sementara mencapai Rp 695 juta.

Menurut Deden data tersebut masih sementara, karena hingga saat ini petugas penanggulangan bencana masih melakukan asesmen dan penyisiran untuk mendata jumlah warga dan bangunan yang terdampak.

Selain itu, petugas penanggulangan bencana gabungan masih berada di beberapa lokasi bencana ntuk memantau kondisi dan keamanan para penyintas bencana. Khususnya mereka yang mengungsi, untuk bantuan darurat sudah mulai disalurkan secara bertahap kepada para penyintas.

Di sisi lain, pihaknya menyambut baik Pemkab Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana, sehingga bisa mempercepat proses penanggulangan bencana hingga penyaluran bantuan sementara untuk para penyintas.

Dimana Pemerintah Kabupaten Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana dalam sepekan ke depan, pascabencana hidrometeorologi yang melanda daerah itu.

"Status tanggap darurat bencana ini kami tetapkan selama tujuh hari atau sepekan, dan bisa diperpanjang setelah dilakukan evaluasi," kata Sekda Kabupaten Sukabumi, Ade Suryaman di Sukabumi, Rabu(4/12/2024) malam.

Selain menetapkan status tanggap darurat, pihaknya juga sudah mendirikan posko tanggap darurat dan penanggulangan bencana di Pendopo Kabupaten Sukabumi di Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu.

Menurut Ade, penatapan status tanggap darurat bencana ini bertujuan untuk mempercepat penanganan bencana mulai dari pendataan bangunan terdampak, evakuasi korban, hingga penyaluran bantuan darurat atau sementara kepada penyintas bencana.

Tujuan lainnya untuk mempercepat mobilisasi personel atau petugas penanggulangan bencana sehingga penanganan bencana lebih terstruktur, terarah dan tepat sasaran. Sehingga, penyintas bencana bisa mendapatkan penanganan dengan maksimal serta meminimalkan dampak bencana baik dari sisi kerugian materi maupun korban jiwa serta luka.

Lanjut dia, Pemkab Sukabumi menetapkan status tanggap darurat bencana karena melihat dari skala bencana yang besar dan sebaran lokasi bencana yakni berada di 33 titik di 22 kecamatan. Kemudian nilai kerugian yang besar, jumlah warga yang terdampak dan adanya korban jiwa.

"Kami sudah mempersiapkan segala sesuatunya mulai sumber daya manusia, anggaran, peralatan pendukung, hingga logistik dan lain sebagainya," tambahnya.

Sumber: Antara/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.