03 April 2025

Get In Touch

DPRD Palangka Raya Soroti Minimnya Kemampuan Lulusan Perguruan Tinggi untuk Memenuhi Kebutuhan Dunia Kerja

Wakil Ketua 2 Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Dudie B. Sidau.
Wakil Ketua 2 Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Dudie B. Sidau.

PALANGKA RAYA (Lenteratoday) – Pengangguran dari lulusan perguruan tinggi di Kota Palangka Raya, mendapat perhatian serius kalangan DPRD setempat.

Salah satu alasan utama menyebabkan banyak lulusan perguruan tinggi kesulitan mendapatkan pekerjaan, karena mereka tidak memiliki keterampilan yang cukup relevan dengan kebutuhan dunia kerja saat ini.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua 2 Komisi II DPRD Kota Palangka Raya, Dudie B. Sidau mengungkapkan kekhawatirannya mengenai rendahnya akses lulusan perguruan tinggi, terhadap dunia kerja.

"Meskipun jumlah lulusan perguruan tinggi di Palangka Raya cukup banyak, namun seringkali mereka tidak siap menghadapi tuntutan dunia kerja yang terus berkembang," papar Dudie, Selasa(10/12)2024).

Ia menilai adanya ketidakcocokan antara kompetensi yang dimiliki lulusan perguruan tinggi dengan kebutuhan industri, terutama dalam hal keterampilan teknis dan praktis.

Dudie juga mencatat meskipun pemerintah telah berusaha untuk membuka peluang kerja, tapi masih banyak lulusan perguruan tinggi yang kesulitan mengakses pekerjaan. Karena terbatasnya pelatihan keterampilan, yang mereka dapatkan selama mengikuti pendidikan.

“Hal inilah yang semakin memperburuk masalah pengangguran, karena dunia industri membutuhkan tenaga kerja yang siap pakai,” jelasnya.

Lebih lanjut, Dudie menyarankan adanya sinergi yang lebih kuat antara dunia pendidikan dan industri. Dimana lembaga pendidikan mengadopsi kurikulum yang lebih berbasis pada keterampilan praktis, dengan lebih banyak menerapkan pelatihan langsung yang terintegrasi dengan kebutuhan industri.

Selain itu, ia juga menyoroti perlunya memperkuat sektor pelatihan vokasi yang dapat memberikan keterampilan tambahan, kepada lulusan perguruan tinggi. Melalui program pelatihan berbasis industri yang lebih terfokus dan masif, sehingga dapat membantu memperoleh keterampilan lebih aplikatif yang akhirnya akan meningkatkan daya saing di dunia kerja.

"Untuk mengatasi masalah pengangguran, perlu ada kerjasama antara pemerintah, lembaga pendidikan, dan sektor industri, sehingga para lulusan perguruan tinggi memiliki bekal keterampilan yang memadai dan siap bersaing di pasar kerja yang semakin kompetitif," pungkasnya.

Reporter: Novita/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.