04 April 2025

Get In Touch

Ekonomi Jakarta Diprediksi Tumbuh 5,5% pada 2025

Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jakarta pada 2025 berkisar 4,7% hingga 5,5%. Foto/istimewa
Bank Indonesia memprediksi pertumbuhan ekonomi di Jakarta pada 2025 berkisar 4,7% hingga 5,5%. Foto/istimewa

JAKARTA (Lenteratoday) | Ekonomi Jakarta diprediksi tumbuh kuat di kisaran 4,7% hingga 5,5% pada 2025. Hal ini disampaikan Deputi Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) DKI Jakarta Musni Hardi dalam "Jakarta Economic Forum: Outlook 2025".

"Pada 2025 pertumbuhan ekonomi Jakarta diperkirakan berpeluang tumbuh pada kisaran 4,7 sampai 5,5 persen yoy," kata Musni Hardi, Selasa (10/12/2024), dilansir Antara.

Musni memaparkan, peningkatan ekonomi tahun depan masih bersumber pada kuatnya sektor konsumsi rumah tangga, investasi dan ekspor di tengah normalisasi belanja pemerintah setelah tahun pemilu.

Dari sisi lapangan usaha, pertumbuhan yang tinggi diperkirakan didukung utamanya oleh sektor perdagangan, jasa keuangan, industri pengolahan, konstruksi serta informasi dan komunikasi.

Sementara itu, inflasi Jakarta pada 2025 diprakirakan tetap terkendali dalam rentang sasaran 2,5 persen plus minus satu persen.

Musni menyebut terjaganya inflasi didukung oleh sinergi Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) yang semakin kuat, meningkatnya pertumbuhan ekonomi, serta kinerja pembayaran digital di Jakarta yang terus meningkat.

"Akselerasi penerimaan QRIS menjadi 'game changer' (pengubah permainan) pembayaran digital di Jakarta. Hal ini tercermin dari peningkatan jumlah pengguna. jumlah pengguna, maupun transaksi QRIS di Jakarta," katanya.

Musni menjelaskan, Jakarta memiliki peranan penting dalam perekonomian nasional karena merupakan provinsi dengan pangsa ekonomi mencapai 16,6 persen, jumlah penduduk sebesar 10,7 juta jiwa atau 3,9 persen populasi nasional dan bonus demografi yang tinggi, yakni 71,28 persen penduduknya merupakan usia produktif serta produk domestik regional bruto (PDRB) per kapita tertinggi.

"Jakarta juga memiliki interkoneksi yang tinggi dengan wilayah sekitarnya sebagai satu kesatuan aglomerasi ekonomi megapolitan Jabodetabek dengan pangsa hampir seperempat ekonomi nasional," katanya.

Di sisi lain, Jakarta juga memiliki peranan penting sebagai pusat keuangan sejalan dengan pangsa sektor jasa keuangan yang mencapai 44,5 persen terhadap nasional. Hal itu tercermin dari persebaran lokasi kantor pusat perbankan di Jakarta yang mencapai 70 persen dan jumlah kantor cabang perbankan yang lebih dari 450 unit.

Sumber : Antara | Editor : M. Kamali

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.