
JAKARTA (Lenteratoday) – Wakil Menteri Transmigrasi (Wamentrans) Viva Yoga Mauladi mengatakan transmigrasi merupakan program masa lalu. Namun transmigrasi tetap relevan pada era kini melalui pengembangan padradigma baru.
”Perlu kami sampaikan bahwa Kementerian Transmigrasi berupaya mengembangkan paradigma baru yang berorientasi pada kesejahteraan warga transmigrant,” ungkap Viva Yoga pada Sarasehan Hari Bhakti Transmigrasi Ke-74 di Kabupaten Indramayu, Selasa (10/12/2024).
Dengan paradigma baru tersebut, Viva Yoga menjelaskan fokus dn tolok ukur keberhasilan Kementerian Transmigrasi pun bergeser. Jumlah keluarga yang bisa dipindahkan bukan lagi menjadi titik tekan melainkan peningkatan kesejahteraan warga transmigran dan sekitar.
Pergeseran paradigma pembangunan transmigrasi tersbeut diterjemahkan melalui empat program prioritas. Pertama, revitalisasi 45 Kawasan Transmigrasi Prioritas Nasional sebagai bagian dari RPJMN 2025-2029. Kedua, mendorong pengembangan kawasan transmigrasi transpolitan yang terintegrasi dan inklusif.
Ketiga, menjadikan transmigran sebagai bagian dari Komponen Cadangan. Keempat, pendataan dan digitalisasi warga transmigran serta kawasan transmigrasi.
”Konsekuensi dari paradigma baru transmigrasi, indikator keberhasilan program adalah peningkatan produktivitas SDM dan penambahan nilai ekonomi di kawasan transmigrasi,” ujar pejabat asal Lamongan, Jawa Timur itu.
Sumber : Kementrans/Rls | Editor : M. Kamali