
JAKARTA (Lenteratoday) - Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) memimpin upacara Hari Bhakti Transmigrasi 2024, Kamis (12/12/2024). AHY menyampaikan sukacita menyambut Hari Bhakti Transmigrasi yang juga mendapat perhatian dari Presiden Prabowo.
“Hari ini kementerian transmigrasi kembali jadi kementerian yang berdiri sendiri. Pak Presiden Prabowo punya urgensi. Bukan pelengkap tapi jadi elemen mendasar bagi pembangunan nasional,” kata AHY dalam pidatonya disambut tepuk riuh jajaran.
Menurut AHY, Presiden Prabowo mengatakan transmigrasi program strategis. “Beliau menyikapi dengan rasa antusias, beliau mengatakan program transmigrasi program strategis. Masyarakat transmigrasi dari daerah asal dan di wilayah tujuan menghadirkan kesejahteraan,” kata AHY.
Ke depan, AHY berharap para patriot yang dikirim ke berbagai daerah jadi penggerak ekonomi, menciptakan hidup rukun, harmonis.
“Kita berharap putra putri terbaik, termasuk penerima beasiswa di Indonesia dan dunia jadi motor penggerak di berbagai daerah,” jelasnya.
Tanggal 12 Desember 2024 menandai peringatan Hari Bhakti Transmigrasi (HBT) ke-74 tahun yang telah berlangsung sejak tahun 1950. Tanggal tersebut menandai dilaksanakannya program pemindahan penduduk di Indonesia kala itu.
Berikut ini serba-serbi peringatannya:
Kegiatan dan Tema Hari Bhakti Transmigrasi
Peringatan Hari Bhakti Transmigrasi setiap tahunnya biasa dilakukan dengan berbagai acara. Pada tahun ini, ada lomba seni budaya dan olahraga prosesi ziarah makam ke Suaka Indramayu, hingga puncaknya ada upacara bendera pada tanggal 12 Desember.
Selain itu, Kementerian Transmigrasi RI juga mengusung tema "Kesejahteraan untuk Semua" untuk peringatan Hari Bhakti Transmigrasi ke-74 tahun 2024 ini. Seperti dilansir akun resmi Kementerian Transmigrasi RI.
Sejarah dan Latar Belakang
Transmigrasi di Indonesia pertama kali diperkenalkan Presiden Soekarno pada 1927 melalui Harian Soeloeh Indonesia. Pada Konferensi Ekonomi di Kaliurang, Yogyakarta, 3 Februari 1946, Wakil Presiden Mohammad Hatta menegaskan pentingnya program transmigrasi sebagai bagian dari upaya mendukung industrialisasi di luar Pulau Jawa.
Hari Bhakti Transmigrasi mulai diperingati sejak tanggal 12 Desember 1950, hari ini menandai dilaksanakannya program pemindahan penduduk atau transmigrasi perdana di Indonesia.Program transmigrasi perdana ini dilakukan dengan memberangkatkan 23 keluarga ke Lampung dan dua keluarga ke Lubuk Linggau.
Meski begitu, menurut catatan sejarahnya, Hari Bhakti Transmigrasi juga memiliki sisi kelam. Pada 11 Maret 1974, kecelakaan tragis menimpa 67 pionir transmigrasi asal Boyolali, Jawa Tengah, yang menuju Unit Pemukiman Transmigrasi (UPT) Rumbiya, Sumatera Selatan. Mereka yang bermaksud bertani demi memperbaiki taraf hidup, kehilangan nyawa dalam perjalanan.
Bus yang mereka tumpangi tergelincir dan terbakar setelah terjun ke Kali Sewo, Desa Sukra, Indramayu, Jawa Barat. Sebagai penghormatan terhadap para pionir ini, sebuah monumen yang diberi nama "Monumen Makam Pionir Pembangunan Transmigrasi" dibangun di depan area pemakaman mereka.
Reporter : Sukarjito | Editor : M.Kamali