05 April 2025

Get In Touch

Komisi III Minta Pimpinan KPK Baru Jaga Kepercayaan Rakyat

Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid
Ketua Fraksi PKB DPR RI Jazilul Fawaid

JAKARTA (Lenteratoday) – Anggota Komisi III DPR RI Jazilul Fawaid para pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) untuk menjaga kepercayaan rakyat. Apalagi saat ini dukungan masyarakat kepada KPK masih sangat besar dalam pemberantasan korupsi.

Dia juga optimistis komisiner komisi antirasuah tersebut bisa bekerja dengan baik. "Dukungan masyarakat masih besar kepada KPK dibanding lembaga lain. Tapi mohon pimpinan baru mempertahankan kepercayaan yang ada,” ujar Gus Jazil, sapaan akrab Jazilul Fawaid di Jakarta, Jumat (13/12/2024).

Ketua Fraksi PKB DPR RI itu menyoroti penanganan kasus korupsi di KPK yang diduga masih tebang pilih. Hal ini harus dijadikan sebagai koreksi bagi KPK agar penanganan kasus korupsi ke depan lebih profesional.

Mantan Wakil Ketua MPR itu mengatakan, kerap muncul dugaan publik bahwa ada sejumlah kasus yang terjadi di lembaga penegak hukum bukanlah proses hukum, tapi proses politik. Kondisi iu dinilai sangat berbahaya dan akan meruntuhkan independensi KPK serta membuat kepercayaan publik hilang.

“Maka pimpinan KPK yang baru harus membalik persepsi publik dengan cara bekerja secara transparan. Tidak ada tekanan dari eksekutif, tidak ada tekanan politik yang masuk. Tidak ada proses tebang pilih,” bebernya.

Legislator asal Dapil Jawa Timur X Lamongan dan Gresik itu meminta pimpinan KPK yang baru untuk memanfaatkan teknologi digital dalam pemberantasan korupsi, sehingga proses penanganan korupsi bisa berjalan dengan lebih baik. ”Semua birokrasi punya sistem digital. Tapi kalau mau lapor, sistem digitalnya kadang mati. Pengaduan itu kadang tidak serius. Termasuk di KPK,” tuturnya.

Dalam setahun, ada ribuan pengaduan yang masuk ke KPK. Hasil pengaduan itu kemudian dipetakan, kemudian dilakukan penyelidikan, sampai penyidikan. Namun, jangan sampai pengaduan itu di-setting untuk menjadikan seseorang sebagai tersangka kasus korupsi.

Maka dari itu, ia meminta agar pemberantasan korupsi memanfaatkan teknologi, sehingga semuanya transparan. Tidak ada yang ditutup-tutupi dalam penanganan kasus. Masyarakat bisa ikut memantau.“Saya berharap proses pemberantasan koruspi juga melibatkan teknolohgi yang canggih, selain penyadapan,” jelas politisi asal Bawean, Gresik, Jawa Timur itu.

Menurut Gus Jazil, teknologi bisa menjembatani dalam penanganan korupsi. Para anak muda bisa membantu menciptakan sistem yang transparan, supaya tidak ada dugaan permainan, dan prosesnya berjalan dengan benar. (*)

Reporter : Lutfi/rls | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.