
BLITAR (Lenteratoday) - Puncak acara 3rd Balelatar Fest dalam rangka Peringatan Hari Anti Korupsi Sedunia (Hakordia) 2024, Pemkot Blitar melaunching Taman Plaza Museum PETA dan tarian khas Kota Blitar, Sabtu(14/12/2024) malam.
Pada hari kedua rangkaian kegiatan 3rd Balelatar Fest x Hakordia 2024, yang digelar 3 hari 13-15 Desember 2024. Pemkot Blitar menggelar kegiatan penyerahan penghargaan apresiasi prestasi, serta pemenang lomba video dan cipta tari Anti Korupsi.
Acara malam hari ini diawali dengan hiburan penampilan musik kompilasi, serta puncaknya dilaunching Taman Plaza Museum PETA dan tarian khas Kota Blitar yaitu Jaranan Engklek dan Barongan Sodo.
Kemudian laporan pelaksana kegiatan 3rd Balelatar Fest x Hakordia 2024, oleh Asisten II Administrasi Pembangunan dan Umum Setda Kota Blitar, Haryono.
Dilanjutkan penyerahan penghargaan apresiasi prestasi kepada Dinas Perpusip Kota Blitar, pelestari budaya Jaranan Engklek dan Barongan Sodo, finalis 10 besar Raka-Raki Jatim serta pemenang lomba video dan cipta tari Anti Korupsi.
Wali Kota Blitar, Santoso dalam sambutannya menyampaikan kegiatan 3rd Balelatar Fest x Hakordia 2024 ini merupakan tindaklanjut himbauan dari Presiden RI, Prabowo Subianto memberantas korupsi dan menghilangkan judi online.
"Dengan kolaborasi Inspektorat Daerah dan Disbudpar Kota dengan sponsor, serta seniman dan budayawan di Kota Blitar. Bisa menghasilkan kesenian tari, untuk sosialisasi mencegah korupsi di daerah," tutur Santoso, Sabtu(14/12/2024).
Lebih lanjut Santoso mengatakan kalau saat ini Kota Blitar sedang merintis obyek wisata kebangsaan, yaitu Museum PETA Supriadi.
"Agar generasi muda tidak melupakan sejarah, bahwa di Kota Blitar ada pahlawan yang patut dibanggakan yaitu Supriadi mengawali pemberontakan dalam melawan penjajahan Jepang," jelasnya.
Saat ini ungkap Santoso tahap awal sudah ditempatkan pesawat, meriam mortir dan pesawat di samping kanan-kiri monumen PETA.
"Serta dibangun taman, yang dilengkapi beberapa fasilitas untuk menarik masyarakat datang ke monumen dan museum PETA Supriadi," ungkap Santoso.
Santoso berharap tahun depan, melalui pemerintah pusat dalam proyek Selingkar Wilis pembangunan Museum PETA Supriadi bisa terwujud.
"Mohon bantuannya Bapak Romy Sukarno dari Komisi II DPR RI, untuk bisa membantu segera dibangunnya Museum PETA Supriadi di Kota Blitar. Sehingga bisa dinikmati oleh seluruh warga, baik di Kota Blitar maupun daerah lainnya di Indonesia," harap orang nomor satu di Kota Blitar ini.
Ditambahkan Santoso jika Kota Blitar telah ditetapkan oleh KPK menjadi pilot project, satu dari 3 daerah di Jawa Timur sebagai Kota Anti Korupsi.
"Diantaranya Kota Blitar, Kota Surabaya dan Kabupaten Jombang," pungkasnya.
Diudang juga pada acara ini Dinas Pariwisata Provinsi Jatim, Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kediri, Nganjuk. dan Kota Kediri. Sekda Kabupaten Blitar, Tulungagung, Kediri , Nganjuk dan Kota Kediri. Tokoh masyarakat, agama, seniman dan budayawan dari daerah sekitar Kota Kediri.
Launching Taman Plaza Museum PETA secara simbolis berupa penekanan tombol sirine, dilakukan oleh Wali Kota Blitar Santoso, Anggota Komisi II DPR RI Romy Soekarno, Dandim 0808/Blitar Letkol Inf Hendra Sukmana, Wakil Ketua DPRD Kota Blitar Adi Santoso dan Wakapolres Blitar Kota Kompol I Gede Suartika.
Acara dilanjutkan penampilan Jaranan Engklek, Barongan Sodo, pemenang cipta tari anti korupsi. Terakhir rangkaian acara ditutup dengan hiburan campursari Guyon Waton, serta penampilan Percil Cs.(*)
Reporter: Arief Sukaputra