
NGAWI (Lenteratoday) - Kampus Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiyah (STIT) Muhammadiyah Kabupaten Ngawi, siap mencetak sarjana unggul dan cakap teknologi informasi.
Hal itu diungkapkan Ketua STIT Muhammadiyah Ngawi, Dr. Sumarno, M.Pdi bahwa STIT Muhammadiyah Ngawi merupakan kampus yang mencetak pendidik dan tenaga kependidikan terampil, para sarjana dibekali ilmu dan pengetahuan yang cukup kala menempuh pendidikan di bangku perkuliahan.
"Kami menyadari kondisi pendidikan saat ini terjadi degradasi karakter, murid berani sama guru misalnya. Kami ingin melahirkan sarjana-sarjana yang mampu membangun kembali karakter para murid," kata Sumarno saat wisuda angkatan ke 24 pada, Selasa(17/12/2024).
Selain itu, civitas akademika STIT Muhammadiyah Ngawi juga tidak alergi terhadap teknologi. Para mahasiswa diberikan kecakapan terhadap perkembangan teknologi informasi saat ini. Sumarno menyebut untuk menunjang hal itu, kampus STIT Muhammadiyah Ngawi dilengkapi dengan digitalisasi akademik.
"Harapan kami, mahasiswa mampu berkontribusi dalam dunia pendidikan dan tidak ketinggalan teknologi informasi-nya," kata Sumarno.
Sumarno menambahkan para sarjana yang mengikuti wisuda angkatan ke 24 mayoritas telah bekerja, diantaranya menjadi guru dan bidang lainnya. Selain itu, menurut data kampus STIT Muhammadiyah Ngawi, sebagian sarjana yang lain juga menggeluti wirausaha.
"Mahasiswa kami rata-rata sudah bekerja. Menjadi guru, atau berwirausaha. Yang belum bekerja mungkin hanya 5 persen," papar Sumarno.
Ancang-ancang Menuju Institut
Demi meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Ngawi, STIT Muhammadiyah Ngawi terus berbenah. Salah satunya dengan wacana alih status dari Sekolah Tinggi menuju Institut. Rencana alih status tersebut, diharapkan dapat terealisasikan pada tahun 2025 mendatang.
Untuk menyambut hal itu, STIT Muhammadiyah Ngawi bakal menambah fakultas. Diantaranya fakultas ekonomi dengan program studi Manajemen Bisnis Syariah (MBS). Secara bertahap, STIT Muhammadiyah Ngawi juga akan menambah fakultas lain, sehingga ke depan bisa berstatus sebagai universitas Muhammadiyah.
"Harapan kami, dengan lahirnya prodi Manajemen Bisnis Syariah, maka bisa alih status dari Sekolah Tinggi menjadi Institut," harap Sumarno.
Ketua panitia wisuda angkatan ke 24 STIT Muhammadiyah Ngawi, Muahidah Nur Khasanah, M.Pdi mengatakan tema wisuda 'Pembentukan Karakter di Revolusi 4.0' tema ini menitikberatkan pada sejumlah aspek, yang harus dimiliki oleh mahasiswa pada lulusannya.
"Mahasiswa kami diharapkan bisa memiliki kecakapan dalam problem solving, manajemen self, dan siap berkolaborasi dengan masyarakat," paparnya.
Pada wisuda angkatan ke 24 ini, STIT Muhammadiyah Ngawi meluluskan 120 orang sarjana. Sejumlah wisudawan-wisudawati berasal dari empat program studi, yakni Pendidikan Agama Islam, Pendidikan Anak Usia Dini, Manajemen Pendidikan Islam, dan Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah.
Reporter: Miftakul FM/Editor: Ais