05 April 2025

Get In Touch

Houthi Tembakan Rudal Lukai Belasan Orang di Tel Aviv

(ilustrasi) Gerakan Houthi di Yaman mengklaim telah menembakkan rudal balistik ke sasaran ke Israel.( rtr)
(ilustrasi) Gerakan Houthi di Yaman mengklaim telah menembakkan rudal balistik ke sasaran ke Israel.( rtr)

SURABAYA (Lenteratoday) - Kelompok Houthi, Yaman, melancarkan serangan rudal hipersonik ke Israel. Sekitar 16 orang terluka oleh pecahan kaca setelah sebuah roket yang ditembakkan dari Yaman menghantam distrik Jaffa di kota Tel Aviv, Israel, pada Jumat malam (20/12/2024).

Sebanyak 14 orang lainnya mengalami luka ringan saat mereka bergegas ke tempat perlindungan ketika sirene serangan udara berbunyi sebelum fajar hari Sabtu (21/12/2024), kata militer Israel.

Melalui akun Telegram yang dilansir dari Euronews, Houthi mengatakan telah mengarahkan rudal balistik hipersonik ke target militer yang tidak dikenal. Dalam pernyataan itu, Kelompok Houthi juga mengklaim bertanggung jawab atas serangan itu.

“Sebuah kilatan cahaya, sebuah hantaman, dan kami jatuh ke tanah. Kekacauan besar, pecahan kaca berserakan di mana-mana,” kata Bar Katz, seorang penghuni gedung yang rusak.

Ledakan itu menyebabkan jendela pecah dan melukai orang di sekitarnya.

Kelompok Houthi juga mengklaim serangan pesawat tak berawak yang menargetkan target militer yang tidak ditentukan di Israel tengah pada hari Kamis. Militer Israel mengatakan Houthi yang didukung Iran telah meluncurkan lebih dari 200 rudal dan drone selama perang Israel-Hamas di Gaza.

Houthi juga menyerang pelayaran di Laut Merah dan Teluk Aden. Mereka mengatakan tidak akan berhenti sampai ada gencatan senjata di Gaza.

Serangan itu terjadi setelah serangan udara Israel terhadap ibu kota Yaman yang dikuasai Houthi, Sanaa, dan kota pelabuhan Hodeida menewaskan sedikitnya sembilan orang pada hari Kamis. Serangan Israel tersebut merupakan respons terhadap rudal jarak jauh Houthi yang menghantam gedung sekolah di Israel tengah.

Serangan Israel pada hari Kamis menyebabkan kerusakan besar pada pelabuhan Laut Merah yang dikuasai Houthi. "Serangan ini akan menyebabkan kapasitas pelabuhan berkurang," kata juru bicara PBB Stephane Dujarric.

Pelabuhan Hodeida telah menjadi kunci pengiriman makanan ke Yaman dalam perang saudara yang telah berlangsung satu dekade. Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan serangan kedua pihak berisiko meningkatkan eskalasi di Timur Tengah. (*)

Sumber : Tempo | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.