
SURABAYA (Lenteratoday) -Pemerintah Malaysia sepakat untuk melanjutkan pencarian pesawat MH370 yang hilang 10 tahun lalu.
Dikutip dari BBC, Sabtu, Menteri Perhubungan Malaysia, Anthony Loke mengatakan, pihaknya menyetujui kerja sama dengan firma eksplorasi laut asal di Amerika Serikat (AS), Ocean Infinity untuk menemukan pesawat tersebut.
Dalam kesepakatan senilai 70 juta dollar atau Rp 1,13 triliun tersebut, Ocean Infinity hanya akan dibayar apabila pesawat ditemukan.
Meskipun demikian, Loke menyebutkan, negosiasi mengenai ketentuan khusus masih berlangsung dan diselesaikan pada awal 2025.
Lantas, apa yang mendorong pemerintah Malaysia membuka kembali pencarian MH370?
Alasan Malaysia buka lagi pencarian MH370
Loke menuturkan, pemerintah Malaysia melakukan pencarian ulang sebagai bentuk tanggung jawab, komiten, dan kewajiban kepada keluarga korban.
Keputusan itu diharapkan dapat memberikan penyelesaian bagi keluarga korban. Terlebih, pencarian ulang dilakukan sebagai kelanjutan dari peringatan 10 tahun tragedi MH370 pada Maret 2024 lalu.
"Saya yakin inilah yang ditunggu-tunggu oleh keluarga terdekat. Saya sungguh berharap kali ini hasilnya akan positif, dan puing-puing pesawat dapat ditemukan untuk setidaknya memberikan jawaban bagi keluarga korban,” kata Loke, dilansir dari Straits Times.
Kelompok pendukung keluarga korban MH370, Voice370 mendukung penuh upaya Pemerintah Malaysia karena dapat memberikan harapan baru bagi keluarga. Selain itu, pencarian ulang juga merupakan sebuah bentuk penyelesaian yang telah lama dinantikan oleh keluarga korban.
Wilayah pencarian baru yang diklaim lebih kredibel
Dikutip dari ABC News, Jumat (20/12/2024), pemerintah bersama dengan Ocean Infinity akan melakukan pencarian di wilayah baru.
Pencarian itu akan dilakukan di lokasi seluas 15.000 kilometer persegi di wilayah Samudra Hindia. Pemerintah menganggap, lokasi baru ini merupakan usulan kredibel yang diajukan oleh perusahaan.
"Wilayah pencarian baru yang diusulkan, yang diidentifikasi oleh Ocean Infinity, didasarkan pada informasi dan analisis data terkini yang dilakukan oleh para ahli dan peneliti. Usulan perusahaan tersebut kredibel," jelas Loke, mengutip Kompas.
Sementara itu, CEO Ocean Infinity, Oliver Punkett menyampaikan, perusahaannya sudah meningkatkan kecanggihan teknologi dari kapal pencari sejak 2018.
Ia mengeklaim, pihaknya telah bekerja sama dengan banyak ahli untuk menganalisis data dan mempersempit area pencarian ke situs yang paling memungkinkan (*)
Editor: Arifin BH