04 April 2025

Get In Touch

Pantau Banjir di Surabaya, Wali Kota Eri Pastikan Penanganan Optimal

Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau penanganan banjir di wilayah Rungkut.
Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi saat memantau penanganan banjir di wilayah Rungkut.

SURABAYA (Lenteratoday) - Hujan deras disertai angin kencang yang mengguyur Kota Surabaya sejak Selasa (24/12/2024) sore, menyebabkan sejumlah kawasan terendam banjir. Kondisi itu membuat Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi, turun langsung ke lapangan untuk meninjau penanganan banjir di beberapa wilayah terdampak. Salah satunya di kawasan Gayungsari, Tenggilis Mejoyo hingga Rungkut Surabaya.

Dalam tinjauannya, Eri meminta Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) menerjunkan beberapa unit mobil untuk menyedot genangan.

"Banjir di Surabaya Timur ini akibat Kali Surabaya dan Sungai Jagir meluap. Air tidak bisa masuk, karena Kali Surabaya sudah penuh, terus Sungai Jagir juga meluap. Di Rungkut Menanggal, aliran air tidak jalan karena seharusnya menuju ke Sidoarjo dan laut, tapi saat ini terjadi pasang sehingga air balik ke wilayah ini," kata Eri saat meninjau penanganan genangan di kawasan Rungkut, Rabu (25/12/2024).

Untuk mengatasi banjir di wilayah Rungkut Menanggal, Eri berencana membangun pintu air dan rumah pompa. "Jika air pasang, kita tutup pintu air dan pompa aliran ke dua arah, yakni ke Sidoarjo dan MERR. Ini akan mengurangi risiko banjir di masa depan," ucapnya. 

Sementara terkait banjir di wilayah Kelurahan Tenggilis Mejoyo, Eri mengungkap bahwa kawasan ini bergantung pada aliran ke waduk SIER yang bermuara di Kali Sidoarjo.

"Namun, saat Sidoarjo banjir, air dari waduk SIER tidak bisa mengalir dan justru balik ke Tenggilis. Akibatnya, air masuk ke rumah warga karena melebihi kapasitas pintu air yang ada," ungkapnya.

Ia menyebut, saat ini kondisi genangan di wilayah Tenggilis Mejoyo sudah mulai surut. Eri memastikan jika pihaknya terus berupaya melakukan perbaikan. "Sekarang sudah mulai surut, sudah mulai berkurang, baru kita kerjakan," sebutnya.

Menurutnya, penanganan banjir di Surabaya tidak bisa hanya dilakukan oleh pemerintah kota. Untuk itu, ia menekankan pentingnya koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

"Surabaya ini hilir, hulunya ada di Jombang dan Mojokerto. Karena kalau di sana hujan dan banjir, pasti aliran air masuk ke Surabaya," katanya.

Ia juga menuturkan, bahwa seluruh aliran air di Kota Pahlawan, baik yang menuju Avour Wonorejo, Kebon Agung, maupun Kabupaten Sidoarjo, saat ini kondisinya penuh.

Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) potensi pasang maksimum akan berlangsung hingga 30 Desember 2024.

"Insyaallah kalau hujan maksimum seperti yang disampaikan (BMKG) itu kita masih bisa, ada banjir rob pun tidak parah (banjirnya). Tapi kemarin pengelola (BBWS) Brantas sampai datang ke Surabaya, menyampaikan bahwa Jombang, Lamongan dan Mojokerto hujan, di sana banjir semua. Jadi sungainya tidak mengatasi," pungkasnya. (*)

Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.