04 April 2025

Get In Touch

Anggota Komisi V DPR dan 80 Personil Gabungan Terlibat Pencarian Balita Hanyut di Surabaya

Tim gabungan saat proses mencari balita hanyut di wilayah Babatan Wiyung.
Tim gabungan saat proses mencari balita hanyut di wilayah Babatan Wiyung.

SURABAYA (Lenteratoday) - Pencarian balita yang terjebur dan hanyut di saluran air Jalan Babatan Wiyung, Kota Surabaya, Selasa(24/12/2024) sore terus berlanjut. Bahkan salah satu anggota DPR RI ikut mencari, serta 80 personel gabungan diterjunkan untuk mencarinya.

Anggota Komisi V DPR RI, Reni Astuti turut hadir dalam proses pencarian balita berusia 3 tahun tersebut, di hari ketiga pencarian Reni bersama Basarnas dan Pemerintah Kota (Pemkot)  bersinergi untuk menemukan dan mengevakuasinya.

Reni mengatakan Basarnas terus berupaya, untuk menemukan balita tersebut dengan berbagai metode pencarian. 

"Ada upaya-upaya untuk teknik bagaimana agar kalau sekiranya itu dalam (air), kondisi
di bawah itu, bagaimana kemudian air itu diputer-puter supaya nanti bisa terangkat kemudian juga ada kendala enceng gondok yang juga penuh ya," kata Reni ketika ditemui di lokasi, Kamis(26/12/2024) sore. 

Selain turut dalam proses pencarian balita, politisi PKS ini juga sempat bertemu dengan keluarga dari balita tersebut dan menanyakan kronologi kejadian naas itu.

"Tadi saya juga ketemu langsung dengan pamannya, ada pengasuhnya juga di sini, saya tanyakan kronologis awalnya bagaimana. Kemudian orang tuanya, ibunya sekarang kerja di Malaysia, tadi juga saya tanyakan apakah sudah diberitahu dan sebagainya," ungkap Reni.

Reni juga menyebut jika proses pencarian oleh Basarnas akan berlangsung selama 7 hari kedepan.

"Tadi saya tanyakan sampai kapan ini dicari, proses sampai 7 hari, tentu nanti tetap dikomunikasikan dengan pihak keluarga," pungkas Reni.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro menjelaskan bahwa pencarian hari ketiga melibatkan sekitar 80 personel gabungan. 

Hebi menyebut bahwa pencarian balita hanyut dilakukan dengan metode penyisiran darat, dan pemantauan menggunakan drone. 

Pihaknya pun mengimbau kepada warga apabila memiliki informasi, dapat segera melapor ke petugas atau melalui Command Center 112.

"Semua informasi sekecil apapun akan sangat kami hargai," sebutnya.

Dalam kesempatan yang sama, Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Surabaya, Buyung Hidayat menjelaskan bahwa pencarian dimulai pada pukul 07.00 WIB. Dalam proses pencarian ini, pihaknya 
menghadapi kendala berupa kondisi saluran yang sempit dan tertutup eceng gondok di beberapa titik.

"Jadi selain sempit, juga kadang di beberapa titik sungai itu masih terdapat eceng gondok. Kondisi ini membuat kami kesulitan melakukan manuver pada saat menggunakan perahu karet," jelas Buyung. 

Untuk mengatasi kendala tersebut, DSDABM Kota Surabaya telah menerjunkan alat berat untuk mengurangi dan mengangkat eceng gondok. Ia menambahkan bahwa pencarian di hari ketiga ini difokuskan pada tiga titik utama. 

Titik pertama adalah sekitar lokasi awal kejadian di Babatan Wiyung, kemudian titik kedua adalah saluran belakang Perumahan Royal Residence yang mengarah ke sungai di bawah Jembatan Jalan Raya Wiyung.

"Sementara di titik ketiga, lokasi pencarian difokuskan dengan menyusuri saluran yang mengarah di bawah Jalan Tol. "Kami juga sudah menurunkan perahu karet, kita bergerak mulai dari Kali Jogoloyo," tutupnya.

Reporter: Amanah/Editor: Ais 

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.