04 April 2025

Get In Touch

Penipuan Modus Program Makan Siang Gratis di Kediri, Bos Katering Rugi Rp 72 Juta

Ilustrasi menu makan bergizi gratis siswa di SDN Slipi 01 Jakarta Barat (Dok. Istimewa)
Ilustrasi menu makan bergizi gratis siswa di SDN Slipi 01 Jakarta Barat (Dok. Istimewa)

KEDIRI (Lenteratoday) -Sejumlah pengusaha katering di Kota Kediri, Jawa Timur, menjadi korban penipuan yang mengatasnamakan program "Makan Bergizi Gratis" (MBG). Total kerugian para korban dilaporkan mencapai Rp 72 juta.

Para korban diiming-imingi peluang menjadi pemasok makanan bergizi gratis dengan syarat menyetor uang muka (DP).

Salah satu korban, Nining, mengatakan uang DP yang diserahkan dijanjikan akan dikembalikan saat program berjalan.

Namun, kecurigaan muncul ketika Nining menyelidiki alamat kantor yang tertera di proposal dan mendapati bahwa lokasi tersebut ternyata rumah kosong.

"Tapi kok terus dibuka dan siapapun bisa mendaftar. Ini kami mulai curiga. Akhirnya coba datang ke kantor yang tertulis di proposal,” ungkapnya.

"Ternyata saat datang alamat yang tertera itu rumah kosong,” tambahnya.

Korban lain yakni Diah, menyatakan dirinya tertarik setelah dijanjikan akan tergabung program tersebut.

"Saya diminta menyetor uang DP sebesar Rp 1 juta oleh koordinator untuk mendapatkan pesanan 1.000 kotak makanan bergizi. Karena merasa ini peluang, saya akhirnya mengambil paket 2.000 kotak dengan menyetor DP Rp 2 juta," kata Diah, Senin (30/12/2024).

Sementara itu, Nuriko Pramega, Pembina Kelompok Masyarakat (Pokmas) Manunggal Cipta Rasa Kediri, menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah memungut biaya apa pun dari penyedia jasa katering.

Ia juga mengungkapkan bahwa oknum berinisial M, yang menjabat sebagai koordinator pendataan di Kecamatan Mojoroto, diduga telah mengumpulkan uang dari para pelaku jasa katering dengan total Rp 72 juta.

"Ada pihak-pihak yang memanfaatkan situasi ini dengan menarik iuran dari para sub yang ingin bergabung,” tegas Nuriko.

Kombes Pol Lalu Muhammad Iwan Mahardan, Kepala Biro Hukum dan Humas Badan Gizi Nasional (BGN), menyayangkan terjadinya penipuan ini.

Ia meminta masyarakat untuk berhati-hati dan segera melapor ke pihak berwajib jika menemukan kasus serupa.

"Kami imbau para korban segera melapor ke polisi agar kasus ini segera diusut,” kata Iwan, dikutip TribunJatim.

Ia juga mengingatkan pentingnya mengikuti prosedur resmi dalam setiap program pemerintah dan meminta masyarakat tidak menyerahkan uang tanpa kejelasan.

"Program ini dirancang untuk mendukung kesejahteraan masyarakat, bukan untuk dimanfaatkan oleh oknum jahat,” tegasnya.

BGN, lanjutnya, berkomitmen untuk meluncurkan uji coba program makan bergizi gratis agar masyarakat tetap merasakan manfaat program tersebut tanpa terjebak modus penipuan.

"Kami percaya program ini akan memberikan manfaat nyata jika dilaksanakan dengan benar dan tepat sasaran,” pungkasnya.

Kasus Serupa di Magelang

Modus penipuan MBG juga terungkap di Magelang, Jawa Tengah.

Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Kota Magelang, M Rauuf Oktavian Nur, melaporkan adanya lima aduan terkait dugaan percobaan penipuan serupa yang diterima pihaknya sejak Oktober hingga Desember 2024.

"Mereka didatangi oleh seseorang yang mengatasnamakan BGN dengan membawa identitas atau surat keputusan palsu,” ujar Rauuf.

Penipu menggunakan berbagai modus, mulai dari meminta uang sebagai syarat kerja sama produksi makanan hingga menawarkan sewa tanah sebagai dapur produksi dengan iming-iming sertifikat tanah.

Ada pula modus lowongan pekerjaan yang meminta uang untuk biaya seragam dan identitas.

"Untungnya mereka tidak keluar dana,” ucap Rauuf.

Rauuf menegaskan, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi tidak pernah bekerja sama dengan pihak mana pun tanpa instruksi resmi dari BGN. Ia juga meminta masyarakat yang merasa dirugikan untuk melapor ke polisi.

"Nanti, kami bisa bantu sebagai bukti tambahan,” tuturnya.

Meski demikian, Rauuf menyatakan pihaknya saat ini masih fokus pada pelaksanaan program MBG dan belum mempertimbangkan untuk melapor secara langsung ke polisi (*)

Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.