04 April 2025

Get In Touch

Yoesoep Edhie Kupas Tuntas Strategi Viral dan 'Gimmick Marketing' dalam Disertasi Doktor STIESIA

Yoesoep Edhie Rachmad (ketiga dari kanan) usai Ujian Disertasi Program Doktoral di STIESIA
Yoesoep Edhie Rachmad (ketiga dari kanan) usai Ujian Disertasi Program Doktoral di STIESIA

SURABAYA (Lenteratoday) – Viral Marketing dan Gimmick Marketing menjadi bahasan menarik dalam ujian disertasi program doktoral mahasiswa S-3 Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Surabaya (STIESIA), Yoesoep Edhie Rachmad, Selasa (31/12/2024).

Dalam penelitiannya, Yoesoep secara mendalam mengupas bagaimana perubahan perilaku konsumen dapat dimediasi oleh Influencer Marketing, yang memainkan peran penting dalam memviralkan produk sekaligus membentuk transformasi pola konsumsi masyarakat.

Yoesoep menilai bahwa strategi Viral Marketing dan Gimmick Marketing tidak hanya relevan dalam konteks pemasaran digital, tetapi juga memberikan dampak jangka panjang yang signifikan bagi dunia usaha. Ia menegaskan bahwa perilaku konsumen saat ini tidak lagi pasif, melainkan bertransformasi menjadi lebih aktif. Hal ini mencerminkan perubahan fundamental dalam hubungan antara konsumen dan produk.

"Dengan kehadiran Influencer Marketing, konsumen tidak hanya sekadar menjadi penerima informasi, tetapi juga ikut mempromosikan produk sebagai co-creator, seperti affiliator," ungkapnya usai ujian Disertasi di STIESIA.

Lebih lanjut, Yoesoep menuturkan, disertasi tersebut melainkan kelanjutan dari riset mendalam yang telah dilakukannya melalui empat bukunya sebelumnya: The Evolution of Consumer Behavior, Transforming Digital Consumers, The Future of Influencer Marketing, dan Digital Marketing Theory.

Yoesoep menjelaskan bahwa media sosial, terutama melalui pendekatan Viral Marketing, memiliki kekuatan besar untuk mengubah pola pikir konsumen. Transformasi ini didorong oleh kehadiran variabel baru, yaitu konsumen aktif yang tidak hanya menerima informasi tetapi juga turut mempromosikan produk melalui interaksi digital.

"Dengan adanya variabel baru ini, konsumen tidak lagi hanya membeli, tetapi mereka juga terlibat aktif dalam proses pemasaran," tuturnya.

Menurut Yoesoep, fenomena ini tidak hanya relevan dalam dunia pemasaran, tetapi juga memiliki dampak pada ranah lain, seperti perilaku politik atupun hukum. Kehadiran influencer yang memediasi pesan atau informasi tertentu mampu menggeser cara pandang masyarakat terhadap berbagai isu. Ia melihat bahwa transformasi perilaku ini tidak hanya menciptakan peluang baru bagi dunia usaha, tetapi juga berpotensi mengubah banyak aspek kehidupan lainnya yang sebelumnya didominasi pendekatan konvensional.

“Dalam konteks politik, misalnya, influencer dapat memediasi pesan yang mampu mengubah cara pandang masyarakat terhadap isu-isu tertentu,” paparnya.

Yoesoep menegaskan bahwa penelitian ini memiliki manfaat besar bagi masyarakat dan pelaku digital. Bagi pelaku bisnis, hasil penelitian ini dapat menjadi panduan strategis untuk menciptakan kampanye pemasaran yang efektif dan sesuai dengan kebutuhan konsumen modern. Sementara itu, bagi masyarakat umum, penelitian ini menawarkan peluang untuk menjadi lebih aktif dalam ekosistem digital.

“Bagi pelaku digital, ini adalah angin segar yang dapat digunakan untuk menyusun strategi bisnis mereka. Sedangkan bagi masyarakat, penelitian ini mendorong mereka untuk tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga bagian dari ekosistem digital yang berkembang pesat,” katanya.

Ke depan, Yoesoep merencanakan penerbitan buku baru yang mengupas lebih dalam topik ini, bertajuk Viral Marketing and Transformation of Consumer Behavior through Media. Ia berharap buku tersebut dapat menjadi panduan bagi para pelaku bisnis, akademisi, dan masyarakat luas untuk memahami lebih jauh strategi pemasaran digital yang terus berkembang.

“Tujuan akhirnya adalah mendorong transformasi digital yang inklusif dan berdampak positif bagi masyarakat,” pungkas Yoesoep.

Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.