
BATU (Lenteratoday) – Pertumbuhan ekonomi Kota Batu sepanjang tahun 2024 mencatatkan capaian yang positif, dengan peningkatan pendapatan daerah dan investasi.
Pj Wali Kota Batu, Aries Agung Paewai mengatakan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan nilai investasi terus mengalami peningkatan setiap tahunnya, menunjukkan stabilitas ekonomi di tengah tantangan perlambatan ekonomi nasional.
Dalam konferensi pers bertajuk Perjalanan Perkembangan Kota Batu di Tahun 2024 dan Harapan Tahun 2025, pada Kamis(2/1/2025) Aries mengungkapkan realisasi pendapatan daerah Kota Batu meningkat dari Rp 1,048 triliun pada 2023 menjadi Rp 1,082 triliun pada 2024.
"Pendapatan Asli Daerah juga mengalami peningkatan dari Rp 222,283 milyar pada tahun 2023, menjadi Rp 256,813 miliar pada tahun 2024, atau mencapai 91,38 persen dari target APBD sebesar Rp 281,260 miliar," ujar Aries.
Meski proporsi pendapatan dari pemerintah pusat masih mendominasi, Aries menegaskan Pemerintah Kota (Pemkot) Batu terus berupaya meningkatkan sumber pendapatan daerah secara mandiri.
“Kami berkomitmen memperkuat PAD melalui kebijakan anggaran yang terarah dan sinergi dengan berbagai pihak,” tambahnya.
Lebih lanjut, dari sisi belanja daerah, Aries menjelaskan realisasi juga mengalami peningkatan dari Rp 1,110 triliun pada 2023 menjadi Rp 1,133 triliun pada 2024. Kenaikan ini diarahkan untuk mendukung berbagai program prioritas pembangunan, termasuk infrastruktur dan pelayanan publik bagi masyarakat Kota Batu.
Terlebih menurutnya, selama 2024 kemarin Pemkot Batu telah menuntaskan sebanyak 10 proyek strategis daerah (PSD) dengan total anggaran mencapai sekitar Rp 58 miliar.
Sementara itu, di sektor investasi, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur ini juga menyampaikan, Kota Batu berhasil menjaga iklim yang kondusif bagi investor, meski perekonomian nasional dan Jawa Timur sedang melambat. Total nilai investasi di Kota Batu pada 2024 tercatat mencapai Rp 1,424 triliun, meningkat dari Rp 1,160 triliun pada tahun sebelumnya.
“Dukungan Forkopimda sangat membantu kami dalam menjaga kenyamanan dan keamanan bagi para investor. Hasilnya, Penanaman Modal Dalam Negeri (PMDN) mencapai Rp 1,304 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp 119,7 miliar,” jelas Aries.
Aries menambahkan pertumbuhan investasi ini menjadi salah satu motor utama, penggerak ekonomi Kota Batu. Kinerja positif tersebut juga mencerminkan daya tarik Kota Batu sebagai destinasi investasi strategis, baik bagi investor lokal maupun internasional.
Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais