
KEDIRI (Lenteratoday) - PT Kereta Api Indonesia (KAI) mengklaim sebagai moda transportasi ramah lingkungan. Hal ini dinilai sejalan dengan pencapaian tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) dan kian diminati masyarakat.
Kuswardojo, Manager Humas PT KAI Daop 7 Madiun, menegaskan PT KAI senantiasa mengedepankan prinsip berkelanjutan dalam setiap inovasi yang dilakukan. Dengan meningkatnya jumlah pelanggan yang menggunakan kereta api (KA), KAI optimistis dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pencapaian SDGs.
“PT KAI mengajak masyarakat untuk terus mendukung penggunaan transportasi publik demi masa depan yang lebih baik, ramah lingkungan, dan berkelanjutan,” ujarnya melalui keterangan tertulis, Kamis (2/1/2025).
Oleh sebab itu saat ini KAI getol mengembangkan inovasi untuk mengajak masyarakat lebih peduli terhadap lingkungan, salah satunya menghadirkan fitur Carbon Footprint pada aplikasi Access by KAI. Fitur ini memungkinkan pelanggan menghitung kontribusi mereka dalam mengurangi emisi karbon dengan memilih perjalanan menggunakan kereta api.
“Kereta api bukan hanya moda transportasi yang ramah lingkungan, tetapi juga solusi nyata untuk menciptakan kualitas udara yang lebih baik bagi generasi mendatang,” ujar Kuswardojo.
Selain mendukung SDGs melalui layanan transportasi ramah lingkungan, KAI juga terus mengembangkan inovasi berkelanjutan lainnya. Salah satu program unggulan adalah implementasi teknologi boarding face recognition, yang memungkinkan pelanggan untuk melakukan proses boarding secara cepat dan efisien tanpa memerlukan tiket fisik.
Langkah ini tidak hanya meningkatkan kenyamanan pelanggan, tetapi juga mengurangi penggunaan kertas dan mendukung prinsip ramah lingkungan. "Pengguna jasa kereta api tidak perlu khawatir, jika di wilayah mereka masih belum terdapat fitur boarding face recognition, masih dapat berkontribusi untuk mengurangi penggunaan kertas melalui e-boarding yang terdapat di aplikasi Acces by KAI," jelas Kuswardojo.
PT KAI berkomitmen untuk terus memberikan layanan berkualitas kepada masyarakat sekaligus berkontribusi pada pelestarian lingkungan dan pembangunan berkelanjutan. Melalui berbagai program dan inovasi, PT KAI berharap dapat meningkatkan kualitas transportasi publik di Indonesia, mendukung mobilitas masyarakat, dan memberikan dampak positif bagi lingkungan.
Menurut Kuswardojo transportasi kereta api lebih efisien efisiensi dibanding transportasi lain dari kapasitas angkut yang besar. Sekali jalan, 1 rangkaian KA jarak jauh terdiri dari 8-14 kereta penumpang dengan kapasitas hingga 1.120 tempat duduk. Jika dibandingkan mobil pribadi berkapasitas 7 orang atau motor berkapasitas 2 orang maka 1 perjalanan kereta api dapat menggantikan 160 mobil atau 560 motor.
Data hingga 2 Januari 2025, menyebutkan selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru), 19 Desember 2024-hingga 2 Janurai 2025 Daop 7 Madiun mencatatkan pengguna KA keberangkatan Daop 7 Madiun mencapai 141% dari kapasitas yang tersedia, yaitu 61.082 tempat duduk.
Angka tersebut diambil dari pelanggan menggunakan kereta api Brantas (Blitar-Pasarsenen), Kahuripan (Blitar-Kiaracondong), Singasari (Blitar-Pasarsenen), Bangunkarta (Jombang-Pasarsenen), dan Brantas Tambahan (Blitar-Pasarsenen).
Pada 2 Januari 2025, sebanyak 12.761 pelanggan memanfaatkan layanan kereta api untuk bepergian dari stasiun wilayah Daop 7 Madiun. Jumlah tersebut terbagi dari 6.915 berangkat dan 5.846 turun.
Masyarakat yang akan menggunakan kereta api untuk kembali tidak perlu khawatir, karena masih tersedia tiket untuk keberangkatan dari Daop 7 Madiun. (*)
Reporter: Gatot Sunarko | Editor : Lutfiyu Handi