
JAKARTA (Lenteratoday) – Kementerian Sosial segera melelang barang-barang di Gudang Hadiah Tak Tertebak (HTT) di Gedung Konvensi Taman Makam Pahlawan Nasional Utama (TMPNU) Kalibata, Jakarta. Nilai seluruh barang ditaksir lebih dari Rp18 miliar.
Berdasarkan Peraturan Menteri Sosial (Permensos) Nomor 3 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Undian Gratis Berhadiah (UGB), HTT adalah hadiah yang disediakan penyelenggara UGB tetapi tidak tertebak atau tidak ada pemenangnya. Sedangkan Hadiah Tidak Diambil Pemenang (HTDP) adalah hadiah yang telah tertebak atau ada pemenangnya tetapi tidak diklaim dalam jangka waktu tertentu.
"Untuk awal tahun 2025, kita akan mengajukan lelang ke Kantor Pelayanan Kekayaan Negara dan Lelang (KPKNL), supaya barang-barang tersebut bisa dilelang ulang," ujar Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) meninjau gudang, Senin (30/12/2024).
Salah satu barang mewah yang akan dilelang adalah mobil Rolls-Royce, hadiah undian Batik Air pada 2016. Mobil ini gagal diklaim pemenang karena pajak yang harus dibayarkan. Setelah dua kali dilelang—pertama dengan harga Rp6 miliar dan kedua dengan harga Rp3,6 miliar—mobil tersebut masih belum laku.
Selain Rolls-Royce, barang lain yang akan dilelang mencakup tas Louis Vuitton, emas batangan, logam mulia, dan jam tangan mewah. Total nilai barang-barang tersebut diperkirakan mencapai Rp18 miliar, dengan logam mulia menyumbang Rp3 miliar.
Dirjen Pemberdayaan Sosial Kemensos, Mira Riyati Kurniasih, menjelaskan Kemensos sempat melelang mobil Mercedes-Benz dengan nilai Rp260 juta pada 2023.
Dia mengatakan proses lelang hingga penggunaan hasil lelang akan dilakukan secara transparan dan akuntabel. Hasil lelang akan disalurkan untuk pembangunan infrastruktur dasar masyarakat, seperti penyediaan air bersih, renovasi rumah tidak layak huni, dan penanganan bencana. "Mekanisme lelang HTT akan dibuat lebih transparan pada 2025," kata Mira.
Hasil lelang HTT akan masuk dulu ke kas negara sebagai Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP). Kemensos kemudian dapat mengajukan dana tersebut untuk mendukung program-program sosial yang ada dalam Daftar Isian Pelaksanaan Anggaran (DIPA) Kemensos.
PNBP terdiri dari beberapa komponen utama. Pertama, pendapatan sumber daya alam (SDA) yang meliputi penerimaan dari sektor pertambangan, kehutanan, perikanan, dan lainnya.
Kedua, pendapatan dari kekayaan negara yang dipisahkan, termasuk dividen dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN). Ketiga, pendapatan Badan Layanan Umum (BLU) yang diperoleh dari layanan yang diberikan BLU di berbagai kementerian/lembaga.
Keempat, pendapatan lain termasuk dari layanan pemerintah, denda, dan sebagainya.Hingga 31 Oktober 2024, pendapatan negara tercatat Rp2.247,5 triliun atau 80,2% dari target APBN 2024.
Sumber : Kemensos/Rls | Editor : M. Kamali