
SURABAYA (Lenteratoday) - Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda potensi cuaca ekstrem seperti
hujan lebat, banjir rob, petir, puting beliung, hingga hujan es masih akan terjadi di wilayah Surabaya pada periode 2-10 Januari 2025.
Guna mengantisipasi dampak dari cuaca ekstrem tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Surabaya sudah menyiapkan langkah-langkahnya.
Kepala BPBD Kota Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro mengatakan pihaknya telah menyiapkan sarana dan prasarana, hingga personel untuk melakukan mitigasi apabila diperlukan.
Dalam hal ini, petugas BPBD juga disiagakan pada 11 titik yang rawan mengalami banjir rob di wilayah pesisir. Diantaranya di wilayah Sontoh Laut, Greges Gang Makam, Greges Timur (RT 1-3), Romokalisari Gang Umbas RW 3, Kampung Gendong, Kampung Nelayan Kalianak RT 1- 2, Kampung Nelayan Ngoro Krembangan RW 8.
Lalu BMKG Tanjung Perak kalimas Baru, Kampung Nelayan Nambangan, Kampung Nelayan Sukokilo sisi Jembatan Suroboyo, serta Wisma Tirta Agung 2 dan 3.
"Sudah kami siagakan, dari mulai sarpras dan tenaga personelnya. Karena alam ini hebat, maka kita juga harus lebih hebat dalam mengantisipasi potensi bencananya," kata Hebi, Sabtu(4/1/2025).
Tak hanya menyiapkan personel, pihaknya juga terus melakukan update prediksi cuaca dari BMKG untuk disebarluaskan kepada kecamatan hingga kelurahan. Harapannya, masyarakat bisa mengetahui keadaan cuaca terbaru dan bisa mempertimbangkan apabila akan berkegiatan di luar rumah.
Selama periode cuaca ekstrem, Hebi mengimbau agar masyarakat meminimalisir kegiatan di luar rumah apabila tidak terlalu dibutuhkan.
"Kalau hujan hindari memancing atau berenang di sungai, jangan berteduh di bawah reklame atau bangunan yang mudah runtuh, cek atap rumah karena banyak yang ambrol ketika hujan disertai angin," imbaunya.
Apabila masyarakat mengalami keadaan kegawatdaruratan, pihaknya juga mengimbau agar segera menghubungi Command Center 112 untuk penanganan lebih lanjut.
Pemkot Surabaya juga memastikan koordinasi antar dinas terus dilakukan dalam mengatasi potensi bencana hidrometeorologi. Di antaranya, menerjunkan 25 unit mobil Pemadam Kebakaran (PMK) dan 30 unit mobil Dinas Lingkungan Hidup (DLH) untuk melakukan penyedotan air. (*)
Reporter: Amanah/Editor: Ais