04 April 2025

Get In Touch

Beredar Video Menduga Ada Begal Motor Modus Senar Nilon di Suramadu

Hasil tangkap layar video dugaan terjadi pembegalan motor di Suramadu.
Hasil tangkap layar video dugaan terjadi pembegalan motor di Suramadu.

SURABAYA (Lenteratoday) - Baru-baru ini masyarakat Surabaya dihebohkan dengan video di sosial media (sosmed) terkait adanya dugaan pembegalan di Jembatan Suramadu. Diduga modusnya adalah dengan menggunakan tali nilon yang biasa digunakan untuk layang-layang.

Dalam video berdurasi 0.30 detik yang diunggah oleh akun Tiktok @akbar.mokonk86 memperlihatkan, ada beberapa orang pengendara tampak berhenti di jalur kendaraan roda dua Jembatan Suramadu. Video yang diunggah pada 17 Desember 2024 di akun tersebut, juga terdapat narasi ‘begal di suramadu hati” kawan kalau bepergian semoga selamat semua tmn ku’.

Sedangkan aku TikTok @halobangkalan juga mengunggah video yang menunjukkan seorang mengenakan seragam merah menemukan benang nilon di jalur sepeda motor di tengan jembatan Suramadu. Dalam video tersebut menyebutkan bahwa orang tersebut adalah petugas yang sedang patrol.

Dalam video tersebut juga ada narasi "Petugas patroli jembatan Suramadu menemukan bekas tali jenis nilon yang diduga berkaitan dengan akal pembegalan motor di jembatan Suramadu. Tali itu ditemukan petugas di salah satu besi arah Madura-Surabaya saat melakukan patrol di pada sabtu 4 Januari 2025".

Kemudian juga disampaikan "Diduga tali itu pula yang digunakan kawanan begal motor Ketika beraksi di tengah jembatan Suramadu". "Dalam video viral yang beredar, dua petugas meyakini, ini sebagai modus baru pelaku begal motor. Caranya, tali dililitkan di dua besi yang ada di kanan dan kiri jalan. Lalu dibentangkan tali ini dengan dililit beberapa kali hingga membentuk jaring".

"tali itu yang nantinya menjebak pengendara motor sampai jatuh, lalu setelah itu motor di gasak pelaku," ungkapnya dalam narasi itu.

Narasi itu juga menyebutkan sebelumnya ada warga yang menjadi korban perampasan motor yang terjadi di tengah jembatan Suramadu.

Menanggapi informasi tersebut, Camat Bulak, Hudaya mengaku baru mengetahui adanya video dan informasi itu. 

“Yang beredar di kami, disebutkan bahwa informasi itu dari Satpol PP Kecamatan Bulak. Tapi saya sudah konfirmasi ke teman-teman (Satpol PP), tidak ada yang menyiarkan berita itu, dan intinya tidak ada kejadian di tempat kami, dan kami juga tidak tahu yang menyebarkan video itu,” kata Hudaya, Senin, (6/1/2025). 

Menurutnya, video dan informasi yang beredar itu tidak ada hubungannya. Selain itu, ia juga memastikan, bahwa video dan informasi dugaan pembegalan di Jembatan Suramadu tersebut bukan dari jajarannya di Kecamatan Bulak. 

“Intinya itu (informasi) bukan dari kami, dan Suramadu itu kan bukan wilayah hukum kami, jadi tidak ada hubungannya juga. Walaupun ini (video dan informasi) ada, tapi kan bukan dari kami, artinya ya hoaks, karena saya klarifikasi lagi ke teman-teman, satu bulan lalu juga ada berita ini,” tuturnya.

Ia menjelaskan, informasi yang beredar melalui pesan singkat itu berupa imbauan kepada masyarakat, yang intinya bahwa pengendara dari selatan dan utara diwajibkan berhati-hati, karena pada saat malam hari ada modus baru pembegalan. 

Dalam video itu menyebutkan modusnya yakni pembegal membentangkan senar layang-layang tajam setinggi pas dengan leher, sehingga membuat pengendara terjatuh dan motornya diambil.  

“Kemungkinan, ada yang sengaja menyebarkan berita ini mengatasnamakan Satpol PP, saya juga sudah cek ke teman-teman tidak ada yang menyebarluaskan berita ini. Dan sepanjang hari ini tidak ada kejadian juga,” jelasnya.

Ia pun mengingatkan kepada masyarakat untuk tetap berhati ketika akan berkendara melintasi jembatan Suramadu, terutama ketika pada saat malam hari. Jika mengalami kondisi kedaruratan, ia menambahkan, sebaiknya masyarakat segera menghubungi Call Center (CC) 112 untuk penanganan lebih lanjut. 

“Insyaallah kami setiap malam hari juga rutin melakukan patroli di semua wilayah kerja kami. Kalaupun ada kejadian, kami pasti akan menerima informasi itu dan segera melakukan penanganan, dan kalau ada kejadian untuk segera lapor ke CC 112,” tutupnya. (*)

Reporter: Amanah | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.