04 April 2025

Get In Touch

Indonesia Resmi Menjadi Anggota Penuh BRICS

Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) bersama Presiden Indonesia, Prabowo Subianto di Rio de Janeiro, Brasil pada 18 November 2024.(foto:ist/dok.AFP/CNN Indonesia)
Presiden Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva (kiri) bersama Presiden Indonesia, Prabowo Subianto di Rio de Janeiro, Brasil pada 18 November 2024.(foto:ist/dok.AFP/CNN Indonesia)

BRASIL (Lenteratoday) - Pemerintah Brasil mengumumkan dalam sebuah pernyataan, pada Senin(6/1/2025) Indonesia telah secara resmi menjadi anggota penuh BRICS yaitu organisasi kerja sama antar pemerintah yang beranggotakan negara-negara berkembang.

Brasil yang memegang jabatan presiden blok tersebut pada 2025, mengatakan negara-negara anggota lain sudah menyetujui masuknya Indonesia secara konsensus sebagai bagian dari dorongan perluasan saat pertemuan puncak BRICS pada 2023 di Johannesburg.

Dijelaskan dalam pengumuman tersebut Indonesia mendapat lampu hijau dari blok pada 2023, tetapi diminta bergabung setelah pemilihan presiden yang diadakan tahun lalu. Prabowo Subianto mulai menjabat presiden menggantikan Joko Widodo pada Oktober 2024.

"Indonesia berbagi dengan anggota kelompok lainnya mendukung untuk reformasi lembaga tata kelola global, dan berkontribusi positif terhadap pendalaman kerja sama di Global South," kata pemerintah Brasil, Luiz Inacio Lula da Silva seperti diberitakan Reuters dikutip dari CNN Indonesia, Selasa(7/1/2025).

BRICS sudah berdiri sejak 2009 oleh empat negara pendirinya yakni Brasil, Rusia, India, China. Afrika Selatan masuk menjadi anggota setelah itu kemudian pada tahun lalu blok ini juga mencakup Mesir, Ethiopia, Iran dan Uni Emirat Arab.

Brasil selama masa memimpin BRICS memiliki misi meningkatkan kerja sama antara negara-negara "Dunia Selatan" dan mereformasi lembaga multilateral.

Salah satu tujuannya, menurut pemerintahan yang dipimpin Presiden sayap kiri Luiz Inacio Lula da Silva, adalah 'pengembangan alat pembayaran' untuk memfasilitasi perdagangan antarnegara anggota.

Selama pertemuan puncak BRICS terakhir di Kazan, Rusia pada November 2024, negara-negara anggota membahas peningkatan transaksi non dolar dan penguatan mata uang lokal.

Hal ini memicu kemarahan Presiden terpilih Amerika Serikat, Donald Trump yang mengancam anggota BRICS dengan 'tarif 100 persen' jika mereka melemahkan dolar AS.

Sudah direncanakan juga, pertemuan puncak BRICS tahun ini akan digelar di Rio de Janeiro pada Juli 2025.

Editor: Arief Sukaputra

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.