03 April 2025

Get In Touch

Jadikan Jalan Licin, DPRD Ngawi Hentikan Sementara Proyek Pengurukan Pabrik Mainan

Kondisi jalan raya Ngawi-Maospati di depan pabrik mainan di Kecamatan Geneng. (Miftakul/Lenteratoday)
Kondisi jalan raya Ngawi-Maospati di depan pabrik mainan di Kecamatan Geneng. (Miftakul/Lenteratoday)

NGAWI (Lenteratoday) - DPRD Kabupaten Ngawi minta proyek pengurukan pabrik mainan di Kecamatan Geneng dihentikan sementara, karena menjadikan Jalan Raya Ngawi - Maospati licin akibat ceceran lumpur dari truk pengangkut material tanah urug.

Diketahui, truk pengangkut material tanah urug proyek pembangunan pabrik PT GFT kerap menyisakan lumpur saat melintas di jalan raya. Badan jalan menjadi licin saat diguyur hujan, hingga beberapa kali mengakibatkan kecelakaan lalu lintas. Karena pengguna kendaraan yang melintas, tergelincir lumpur yang licin.

Ketua Komisi IV DPRD Kabupaten Ngawi, Feligia Agit Hendiadi saat melaksanakan inspeksi di lokasi pembangunan pabrik PT GFT mengatakan pihaknya menerima aduan dari masyarakat, perihal jalan raya yang menjadi licin akibat ceceran lumpur dari truk pengakut material tanah urug.

"Rekomendasi kami, menghentikan sementara operasional pengurukan ini sampai ada water trap," kata Feligia Agit pada, Selasa(7/1/2025).

Menurutnya dengan ada water trap, truk pengangkut material urug bisa bersih dari sisa-sisa lumpur. Tidak ada lagi lumpur yang bercecer di jalan raya, sehingga tidak licin dan tidak menyebabkan kecelakaan lalu lintas.

Selain water trap, Komisi IV DPRD Ngawi meminta pihak pabrik memasang kamera pengawas. Termasuk pemasangan rambu-rambu lalu lintas, di sepanjang kanan dan kiri lokasi pembangunan pabrik mainan tersebut.

"Sehingga pengguna jalan tahu, radius beberapa ratus meter ada pekerjaan proyek," ucap Feligia Agit.

Ditanya soal analisis dampak lalu lintas (Andalalin), Feliga Agit menyebut pihak pabrik telah mengantonginya. Namun pihaknya tetap minta, agar rambu dan kelengkapan lainnya segera dilengkapi.

"Hal ini menjadi catatan, agar kedepan, hal-hal yang kurang ini bisa dipenuhi. Kami akan evaluasi lagi, apa yang menjadi rekomendasi Komisi IV, kalau sudah dilengkapi bisa beroperasi lagi," pungkasnya.

Informasi yang dihimpun, sepanjang proyek pembangunan pabrik mainan di Kecamatan Geneng itu kerap terjadi kecelakaan lalu lintas. Terbaru pada, Minggu(5/1/2025) kemarin terjadi kecelakaan beruntun yang melibatkan 5 kendaraan.

Agung Purwikanto warga setempat mengaku resah dengan kondisi jalan, yang berada persis di depan proyek pembangunan pabrik mainan itu. Menurutnya banyak terjadi kecelakaan lalu lintas, akibat pengendara yang tergelincir lumpur sisa material. Agung berharap proyek bisa dihentikan sementara, sampai ada solusi agar jalan tidak licin dan berbahaya.

"Saat terjadi hujan, jalan menjadi licin. Ketika panas, banyak debu yang mengganggu. Dan kerap terjadi kecelakaan akibat roda kendaraan tergelincir lumpur," ucapnya.

Reporter: Miftakul FM/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.