
SURABAYA (Lenteratoday) – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diluncurkan di beberapa daerah di Jawa Timur menuai berbagai tanggapan, salah satunya dari anggota Komisi E DPRD Jatim, Jairi Irawan. Dia menilai keberhasilan program MBG sangat bergantung pada manajemen rantai pasokan yang terjaga dengan baik.
Untuk itu, ia menekankan agar distribusi bahan pangan seperti telur tidak mengganggu pasokan bahan lainnya. "Rantai pasokan harus kontinu. Kita perlu memastikan siapa saja yang diajak kerja sama, berapa kuota bahan pangan, hingga menjaga kualitas dan variasi makanan," ungkap Jairi Irawan, Selasa (07/01/2025).
Lebih lanjut, tidak hanya soal logistik, Jairi juga mengingatkan pentingnya efisiensi dalam mekanisme pembayaran kepada para penyedia jasa. Ia menilai, keterlambatan klaim pembayaran dapat membebani pelaku usaha yang terlibat.
"Kecepatan klaim bayar sangat krusial. Jangan sampai keterlambatan ini mengganggu kelangsungan program,” tegasnya.
Politisi Partai Golkar tersebut optimis program MBG dapat membawa dampak positif bagi perkembangan anak-anak di Jawa Timur. Ia melihat, program tersebut sebagai bagian dari upaya mendukung cita-cita nasional, yakni menciptakan generasi emas 2045.
“Melalui program ini, kita memastikan anak-anak di usia emas mendapatkan gizi yang cukup untuk mendukung tumbuh kembang optimal mereka,” pungkas Jairi.
Dengan perencanaan matang dan pengawasan yang baik, DPRD Jatim berharap program MBG dapat menjadi salah satu solusi strategis untuk meningkatkan kualitas generasi penerus bangsa dan mendukung pengentasan masalah gizi di Indonesia. (*)
Reporter: Pradhita | Editor : Lutfiyu Handi