
SURABAYA (Lenteratoday) — Napak tilas perjuangan para pendiri bangsa digelar di Blitar Raya. Kegiatan yang dipimpin oleh Sekretaris Badan Kebudayaan Nasional (BKN) PDI Perjuangan Jawa Timur, Guntur Wahono, ini bertujuan menggali kembali nilai-nilai perjuangan yang diwariskan oleh tokoh-tokoh besar seperti Sidik Djojosoekarto dan Mbah Juned Musni.
Blitar Raya, sebagai salah satu daerah yang sarat dengan sejarah perjuangan kemerdekaan, menjadi saksi bisu lahirnya gagasan-gagasan besar yang melahirkan Indonesia merdeka.
Salah satu tokoh penting dalam napak tilas ini adalah Sidik Djojosoekarto, Ketua Partai Nasional Indonesia (PNI) ke-6. Perjuangan Sidik melalui jalur politik di era penjajahan menunjukkan betapa pentingnya kekuatan pemikiran dalam melawan penindasan.
“Beliau adalah simbol perjuangan yang harus menjadi teladan, terutama bagi kita yang saat ini diamanahi tanggung jawab untuk melanjutkan cita-cita besar bangsa ini,” ungkap Guntur Wahono, Senin (13/01/2024).
Selain Sidik, tokoh lokal seperti Mbah Juned Musni juga mendapat perhatian dalam napak tilas ini. Meski namanya tidak tercatat besar dalam sejarah nasional, namun Mbah Juned memiliki peran besar dalam membesarkan PDI Perjuangan.
“Mbah Juned adalah pahlawan tanpa tanda jasa yang mengajarkan kita bahwa keberanian dan pengorbanan tidak mengenal ukuran. Setiap langkah perjuangannya adalah warisan yang tak ternilai bagi Blitar dan bangsa ini,” ujarnya.
Lebih lanjut, Guntur yang juga legislator asal dapil Blitar-Tuluangung tersebut menegaskan pentingnya melibatkan generasi muda dalam mengenali sejarah perjuangan bangsa. Menurutnya, kegiatan napak tilas bukan sekadar mengenang masa lalu, tetapi juga menjadi pengingat bahwa nilai-nilai perjuangan harus terus hidup dalam setiap langkah kita ke depan. Ia menekankan bahwa generasi muda adalah pewaris utama cita-cita besar para pendiri bangsa.
“Kita tidak boleh melupakan sejarah. Dari sejarah, kita belajar tentang keberanian, pengorbanan, dan cinta tanah air. Napak tilas ini adalah upaya untuk menjaga warisan itu tetap hidup, menjadi inspirasi, dan membentuk karakter bangsa yang lebih kuat,” tegasnya.
Selain itu, Guntur juga mengungkapkan harapannya agar napak tilas ini menjadi agenda rutin, tidak hanya untuk kader PDI Perjuangan, tetapi juga untuk masyarakat luas. Dengan begitu, nilai-nilai perjuangan yang diwariskan para pendiri bangsa dapat terus menyala dan menjadi fondasi dalam membangun Indonesia di masa depan.
“Bangsa yang besar adalah bangsa yang menghormati para pahlawannya. Kita harus memastikan warisan sejarah ini tetap hidup dan menjadi panduan untuk masa depan. Tanpa memahami sejarah, kita kehilangan arah sebagai bangsa,” pungkas Guntur.
Reporter: Pradhita|Editor: Arifin BH