04 April 2025

Get In Touch

Tiga Pengusaha Katering di Kota Batu, Jadi Korban Penipuan Catut Diskominfo Pesan Makanan Bergizi Gratis

Tiga Pengusaha Katering di Kota Batu, Jadi Korban Penipuan Catut Diskominfo Pesan Makanan Bergizi Gratis

BATU (Lenteratoday) - Tiga pengusaha katering di Kota Batu, menjadi korban penipuan bermodus pemesanan fiktif untuk Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Penipuan ini juga mencatut nama Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Batu, bahkan melibatkan dokumen palsu untuk meyakinkan korban.

Kepala Diskominfo Kota Batu, Onny Ardianto mengungkapkan dalam beberapa hari terakhir, tiga pengusaha katering mendatangi kantornya untuk mengklarifikasi pesanan makanan dalam jumlah besar. Pesanan tersebut mengatasnamakan, Fajar yang mengaku sebagai staf Diskominfo.

"Sedangkan di Dinas Kominfo sendiri tidak ada staff yang atas nama Fajar," ujar Onny, Selasa(14/1/2025).

Dari tiga pengusaha katering yang menjadi korban penipuan, dua di antaranya berhasil menghindari kerugian karena melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum memproses pesanan. Namun, salah satu pengusaha bernama Mardiansyah mengalami kerugian sekitar Rp 3 juta.

Onny menjelaskan Mardiansyah datang ke Diskominfo Kota Batu, dengan membawa bukti berupa Surat Perjanjian Kerja (SPK) palsu dan pesan WhatsApp dari pelaku. Menurut penjelasannya Mardiansyah juga sempat diancam, untuk segera memproses pesanan dan diajak bertemu di kantor Diskominfo.

Dari tiga pengusaha yang terlibat, dua di antaranya tidak mengalami kerugian karena telah melakukan konfirmasi terlebih dahulu sebelum menyiapkan makanan.

"Jadi kemarin yang bersangkutan datang ke kantor ditemui pegawai kami dan menyampaikan kalau ada pesanan dari Kominfo dengan menunjukkan bukti SPK dan pesan WA dari pelaku. Yang bersangkutan diancam apabila tidak menyediakan makanan tersebut, mengakunya sudah memproses makanan hingga 80 persen," papar Onny.

Onny menyebutkan Diskominfo Kota Batu kini tengah mensosialisasikan langkah pencegahan penipuan, dengan modus serupa melalui media sosial dan kanal komunikasi resmi. Onny mengimbau para pengusaha katering untuk melakukan konfirmasi ke dinas terkait sebelum memproses pesanan.

“Kami ingatkan bahwa semua pemesanan makanan di lingkungan Pemkot Batu, harus dilakukan melalui sistem e-katalog yang terintegrasi dengan LPSE. Tidak ada pemesanan melalui WhatsApp atau komunikasi langsung tanpa prosedur resmi,” tegas Onny.

Onny juga berharap masyarakat khususnya pengusaha makanan, lebih berhati-hati dan proaktif melakukan klarifikasi jika menghadapi situasi mencurigakan.

Diketahui, Mardiansyah mengaku menerima pesanan 85 paket makanan dengan total nilai Rp 3,4 juta. Setiap paket makanan berisi fuyunghai, rendang daging, nasi, kubis, brokoli, bakmi, dan pisang dengan harga Rp 45 ribu per paket.

Ia sempat meminta uang muka kepada pelaku, tetapi permintaan tersebut ditolak. Bahkan, video call dengan pelaku yang mengaku dari Diskominfo semakin meyakinkannya bahwa pesanan tersebut nyata.

Reporter: Santi Wahyu/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.