04 April 2025

Get In Touch

Pj Gubernur Jatim : Pemprov Akan Alokasikan 320.000 Dosis Vaksin PMK Bulan Ini

Pj Gubernur Jatim Adhy Kartono melihat penyemprotan disinfektan untuk mencegahan PMK di pasar hewan Probolinggo, Selasa (14/1/2025)
Pj Gubernur Jatim Adhy Kartono melihat penyemprotan disinfektan untuk mencegahan PMK di pasar hewan Probolinggo, Selasa (14/1/2025)

PROBOLINGGO (Lenteratoday) - Penjabat (Pj.) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono menyampaikan Pemprov Jatim akan mengalokasikan 320.000 dosis vaksin Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak pada akhir Januari nanti. Untuk ketersediaan vaksin saat ini ada 12.500 dosis bantuan Kementerian Pertanian.

"Yang sudah diberikan ke masyarakat 25.000 dosis vaksin. Bulan depan kita juga akan ada tambahan 1,4 juta dosis vaksin dari Kementan. Kekurangannya kita akan membeli lagi dan untuk peternakan yang sudah besar, semua sepakat akan dilakukan pengobatan secara mandiri," terangnya saat meninjau proses jual beli hewan ternak khususnya sapi di Pasar Hewan yang ada di Kelurahan Jrebeg Kidul, Kota Probolinggo, Selasa (14/1/2025).

Lebih lanjut, Adhy menambahkan, sejumlah langkah preventif juga perlu diambil. Salah satunya adalah pengendalian lalu lintas hewan ternak antardaerah.

"Pintu-pintu yang harus kita jaga adalah lalu lintas antar provinsi. Yang boleh masuk hanya yang sudah divaksin. Jadi ini mohon kesadaran kepada pemilik sapi untuk tetap waspada, ikuti kebijakan pemerintah. Dan jangan khawatir, kami sudah siapkan vitamin, obat, maupun vaksinnya," jelasnya.

Berdasarkan update data melalui iSIKHNAS atau system pelaporan real time berbasis android, per 13 Januari 2025 pukul 16.00 WIB total ternak yang terserang PMK di Jatim sejak 1 Desember 2024 sebanyak 12.934 ekor sapi atau setara 0,4 persen dari total populasi sapi potong dan sapi perah di Jatim sebanyak 3,3 juta ekor.

Dari total 12.934 ekor sapi yang terserang PMK, sebanyak 8.500 ekor (65 persen) dalam proses pengobatan, sebanyak 3.473 ekor (26 persen) sudah sembuh atau recovery, sebanyak 689 ekor (5,4 persen) mati, dan 272 ekor (2,1 persen) potong paksa.

Dalam kunjungan tersebut, Pj Gubernur Adhy memastikan kelayakan setiap hewan ternak yang dijual di tengah wabah PMK. Pj. Gubernur Adhy yang didampingi Kepala Dinas Peternakan Jatim, Indyah Aryani, dan Kepala Dinas Kesehatan Jatim, Erwin Astha Triyono, langsung meninjau alur keluar masuk kendaraan yang membawa hewan ternak sapi.

Saat itu juga tampak petugas yang menggunakan APD langsung menyemprotkan disinfektan pada setiap kendaraan yang akan masuk ke pasar tersebut.

Setelah itu, Pj. Gubernur Adhy turut meninjau proses vaksinasi PMK dan pemberian obat kepada sejumlah sapi di pasar hewan. Ia juga sempat membagikan vitamin kepada para peternak.

Adhy mengatakan, kelayakan setiap hewan ternak yang dipasarkan penting dilakukan untuk memastikan bahwa perekonomian Jawa Timur harus tetap stabil di tengah maraknya wabah PMK.

"Ini salah satu pasar hewan yang saya monitor langsung untuk melihat bagaimana kondisinya terkait meningkatnya wabah penyakit PMK. Yang tadi kita sepakati dengan para penjual adalah ekonomi harus tetap stabil, kita tidak menutup pasar hewan ini," ujarnya.

Adhy pun mengingatkan kepada seluruh pihak, baik pengelola pasar hewan maupun penjual, untuk bersama-sama menjaga sterilisasi ternak dari PMK. Ia mengimbau agar peternak yang mempunyai sapi dengan gejala PMK, untuk tidak dibawa ke pasar hewan, karena berpotensi besar menularkan kepada hewan ternak yang lain.

"Kemudian bagi sapi yang sakit jangan dibawa ke pasar. Selesaikan dulu, diobati, kasih vitamin, baru bawa ke sini. Jadi ini memang salah satu langkah untuk mengantisipasi menjangkitnya PMK di tempat-tempat seperti ini," tegas Adhy. (*)

Reporter : Lutfi/rls | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.