03 April 2025

Get In Touch

Produksi Ikan di Trenggalek Turun, Ini Kata Dinas Perikanan

Perahu nelayan hendak mencari ikan
Perahu nelayan hendak mencari ikan

TRENGGALEK (Lenteratoday) - Produksi ikan tangkap laut di Kabupaten Trenggalek sepanjang 2024 mengalami penurunan signifikan dibanding tahun sebelumnya. Meski para nelayan telah memanfaatkan alat pendeteksi ikan, Fish Finder, capaian produksi justru merosot karena kondisi cuaca yang tidak menentu.

Kepala Dinas Perikanan (Diskan) Kabupaten Trenggalek, Cusi Kurniawati, menjelaskan bahwa produksi ikan tangkap pada 2023 mencapai 33.032,06 ton. Namun, angka tersebut turun menjadi 26.902,39 ton pada 2024, dengan penurunan sekitar 6.129,67 ton. "Produksi perikanan 2024 turun, dan target tidak tercapai, terutama di sektor tangkap laut," ungkap Cusi, Rabu (15/1/2025).

Menurut Cusi, cuaca selama 2024 sangat memengaruhi hasil tangkapan nelayan. "Tahun 2024 itu berbeda dengan 2023. Saat hujan, hasil tangkapan langsung turun, sehingga jika dibandingkan, penurunannya cukup signifikan," jelasnya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa penggunaan Fish Finder oleh nelayan cukup membantu dalam meningkatkan efisiensi. "Dengan Fish Finder, nelayan tidak lagi mencari-cari ikan, tapi langsung menangkap, sehingga hemat bahan bakar," ujar Cusi.

Namun, Cusi menambahkan bahwa distribusi Fish Finder belum sepenuhnya merata di kalangan nelayan kecil. "Pernah ada bantuan Dana Alokasi Khusus (DAK) pada 2020 atau 2022 untuk nelayan kecil dengan kapal di bawah 5 GT. Tapi, alat ini memang belum bisa diakses semua nelayan karena harganya mencapai Rp 20 juta," jelasnya.

Sebagai upaya untuk meningkatkan produksi, Diskan Trenggalek berkomitmen untuk terus mencari solusi agar target produksi perikanan dapat tercapai. "Kami terus berusaha mencapai target, karena hal ini juga berdampak pada pendapatan asli daerah," tutupnya.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.