04 April 2025

Get In Touch

Pemerintah Dorong Percepatan Finalisasi Juknis, Target 15 Juta Penerima Manfaat di 2025

Wamen P3A, Veronica Tan saat meninjau SPPG di Lanud ABD Saleh, Malang, Jumat (17/1/2025). (dok. ist)
Wamen P3A, Veronica Tan saat meninjau SPPG di Lanud ABD Saleh, Malang, Jumat (17/1/2025). (dok. ist)

MALANG (Lenteratoday) - Pemerintah terus mendorong percepatan finalisasi petunjuk teknis (juknis) Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas Presiden Prabowo Subianto. Dengan target menjangkau 15 juta penerima manfaat pada akhir 2025, juknis ini menjadi panduan penting bagi pemerintah daerah untuk memastikan pelaksanaan program berjalan merata dan efisien.

Deputi Bidang Diseminasi dan Media Informasi Kantor Komunikasi Kepresidenan, Noudhy Valdryno, mengungkapkan progres pelaksanaan MBG menunjukkan peningkatan signifikan. Hingga pertengahan Januari 2025, program tersebut telah menjangkau 31 provinsi.

"Kami rasa progres dari Badan Gizi Nasional (BGN) sangat cepat. Tadinya, pada 6 Januari hanya di 26 provinsi. Kini per 15 Januari sudah ada di 31 provinsi. Target besar Pak Presiden adalah 82,9 juta penerima manfaat di tahun 2029,” ujar Noudhy, Jumat (17/1/2025).

Namun, pelaksanaan program ini belum sepenuhnya merata. Pemerintah daerah masih menunggu finalisasi juknis dari BGN untuk memastikan operasional program sesuai dengan evaluasi pelaksanaan awal. "BGN terus menyesuaikan juknis berdasarkan kondisi di lapangan selama dua minggu pertama pelaksanaan. Kami harapkan tidak lama lagi juknis tersebut bisa dikeluarkan," tambahnya.

Dalam dua minggu pelaksanaan awal, Noudhy mengatakan evaluasi terus dilakukan untuk memastikan keberhasilan program. Salah satu fokusnya yakni memastikan menu yang disajikan sesuai angka kecukupan gizi, dengan melibatkan ahli gizi di setiap titik Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Noudhy juga menjelaskan, prioritas distribusi makanan bergizi adalah sekolah-sekolah yang berada di sekitar titik SPPG dengan jarak maksimal 30 menit perjalanan. Hal ini dilakukan untuk menjaga kualitas makanan agar tetap segar saat diterima anak-anak. "Sekolah yang membutuhkan akan didahulukan tetapi berdasarkan analisis kepala SPPG di tiap wilayah," katanya.

Disinggung terkait insiden keracunan massal yang terjadi di Sukoharjo Jawa Tengah, Noudhy memastikan langkah antisipasi telah diterapkan. Setiap titik SPPG akan diwajibkan melakukan analisis sampel makanan sebelum didistribusikan.

"Tapi kami lihat tadi SPPG di Malang ini lajurnya sangat bersih, efektif. Kami dukung semuanya supaya lancar dan semua anak bisa menerima makanan dengan kondisi baik," tuturnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A), Veronica Tan, juga turun meninjau SPPG di Lanud Abd Saleh, memberikan apresiasi atas peran aktif masyarakat dalam mendukung program ini.

Ia juga mengapresiasi kolaborasi di salah satu SPPG Malang ini, yang melibatkan ibu-ibu setempat dalam pengelolaan dapur sehat untuk mendistribusikan makanan ke 27 titik sekolah.

“Dapur di sini rapi sekali, dengan sistem yang disiplin. Kemudian potensi sayur segar dan kearifan lokal di Malang menjadi nilai tambah. Gotong royong yang terlihat sangat luar biasa,” ungkap Veronica.

Selain distribusi makanan, Veronica juga menekankan pentingnya pendekatan edukasi kepada anak-anak penerima manfaat. "Anak-anak harus didampingi, diajak bermain, dan dididik melalui kegiatan menyenangkan. Ini menjadi bagian dari pembelajaran bersama," jelasnya. (*)

Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.