03 April 2025

Get In Touch

MBG Pakai Dana Zakat, Pemerhati Sosial: Penggunaannya Kurang Tepat

ILUSTRASI: pekerja menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Dapur Sehat Anak Bangsa di Bandung, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). Sedikitnya 3500 paket makanan bergizi gratis diproses di dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi tersebut untuk didistribusikan ke
ILUSTRASI: pekerja menyiapkan paket makanan bergizi gratis di Dapur Sehat Anak Bangsa di Bandung, Jawa Barat, Senin (6/1/2025). Sedikitnya 3500 paket makanan bergizi gratis diproses di dapur satuan pelayanan pemenuhan gizi tersebut untuk didistribusikan ke

SURABAYA (Lenteratoday)- Wacana penggunaan dana zakat untuk Makan Bergizi Gratis (MBG) menuai sorotan banyak pihak. 

Salah satunya yakni Pemerhati sosial sekaligus founder Areknom Suroboyo, Rizki Wanda. Menurutnya, penggunaan dana zakat untuk program prioritas Presiden Prabowo Subianto kurang tepat. 

"Dana zakat secara penggunaan sudah ada aturan dan ketentuannya, salah satu nya terkait sasaran penerimanya," kata Rizki, Senin (20/1/2025).

Pemerhati sosial sekaligus founder Areknom Suroboyo, Rizki Wanda

Ia menjelaskan, secara sasaran, zakat diperuntukkan bagi delapan asnaf (golongan) penerima zakat. Delapan asnaf zakat adalah golongan orang-orang yang berhak menerima zakat. 

Delapan asnaf ini tercantum dalam Surat At-Taubah ayat 60. Di antaranya, fakir, miskin, amil, mualaf, riqab, gharim, fisabilillah, dan Ibnu Sabil.

"Sasaran pengguna zakat itu 8 asnaf zakat, sementara sasaran makan bergizi itu untuk semua anak sekolah, tidak semua anak sekolah masuk dalam 8 asnaf penerima zakat," tegasnya.

Untuk itu, Rizki meminta agar pemerintah mencari  cara inovatif dan kreatif dalam mencari sumber dana program makan bergizi gratis. 

"Perlu cara inovatif dan kreatif dari pemerintah dalam mencari sumber dana buat program MBG, diupayakan tanpa harus mebebani rakyat kecil," tutupnya.

Reporter: Amanah|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.