03 April 2025

Get In Touch

Kasus PMK Melonjak, 10 Pasar Hewan di Jombang Ditutup Sementara Dua Pekan

Salah satu Pasar Hewan di Kabupaten Jombang yang ditutup sementara.(Sutono/Lenteratoday)
Salah satu Pasar Hewan di Kabupaten Jombang yang ditutup sementara.(Sutono/Lenteratoday)

JOMBANG (Lenteratoday) - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jombang resmi menutup sementara seluruh 10 pasar hewan di wilayahnya, kebijakan ini berlaku mulai 19 Januari hingga 1 Februari 2025.

Tujuan penutupan sementara, adalah guna memutus rantai penularan Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang menyerang hewan ternak di Kabupaten Jombang.

Sebanyak 10 pasar hewan, termasuk tiga pasar terbesar di Kecamatan Kabuh, Mojoagung, dan Kecamatan Ngoro, dihentikan operasionalnya selama 14 hari. Langkah ini diambil, untuk mengurangi penyebaran virus PMK yang mayoritas ditularkan melalui perdagangan hewan.

"Penutupan ini bertujuan untuk menekan angka penularan PMK dan memutus mata rantai penyebaran penyakit, mengingat perdagangan hewan menjadi salah satu penyebab utama penyebaran," kata Plt Kepala Dinas Peternakan Jombang, Mochamad Saleh, Senin(20/1/2025).

Dikatakan, kebijakan ini diatur dalam Surat Edaran Pj Bupati Jombang Nomor 100.3.4.2/26/415.29/2025 yang diterbitkan pada 18 Januari 2025.

Selain itu, didasarkan pada kajian teknis mendalam dan instruksi dari Menteri Pertanian, terkait pentingnya langkah pencegahan dini terhadap peningkatan kasus penyakit hewan menular strategis (PHMS).

Berdasarkan data Dinas Peternakan Jombang, jumlah sapi yang terinfeksi PMK mencapai 835 ekor. Dari angka tersebut, 26 ekor dilaporkan mati, 80 ekor dipotong paksa, 245 ekor sembuh, dan 484 ekor masih dalam proses pengobatan.

"Kami terus memantau perkembangan kasus ini dan melakukan langkah maksimal untuk menanggulangi wabah PMK," tegas mantan Kepala Dinas Sosial Jombang ini.

Selama masa penutupan pasar, dilakukan berbagai upaya untuk menekan penyebaran virus. Dinas Peternakan bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), Dinas Perdagangan dan Perindustrian, serta Tim Satgas Ketahanan Pangan Jombang akan melakukan pembersihan dan penyemprotan disinfektan di seluruh pasar hewan.

Saleh menegaskan pentingnya vaksinasi untuk melindungi ternak dari ancaman virus PMK, ia mengimbau para peternak aktif melaporkan dugaan kasus PMK maupun penyakit menular lainnya.

"Populasi sapi di Jombang mencapai 70 ribu ekor. Saat ini, kami sudah menyediakan 7.050 dosis vaksin untuk ternak dan vaksin tambahan segera menyusul," imbuh Saleh

Ditambahkan, langkah cepat dan koordinasi semua pihak sangat penting untuk mengatasi wabah PMK ini.

Reporter: Sutono/Editor: Ais

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.