03 April 2025

Get In Touch

Pemkab Trenggalek Fokus Genjot Produksi Jagung dan Padi Sebanyak 7.773 Hektare

Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Nata Negara (tengah) bersama Forkopimda melakukan penanaman bibit jagung
Wakil Bupati Trenggalek Syah Muhammad Nata Negara (tengah) bersama Forkopimda melakukan penanaman bibit jagung

TRENGGALEK (Lenteratoday) – Pemerintah Kabupaten Trenggalek bersama Forkopimda terus mendukung upaya swasembada pangan nasional yang dicanangkan pemerintah pusat. Wakil Bupati Trenggalek, Syah Muhammad Nata Negara, secara simbolis menanam bibit jagung di lahan depan Mako Polres Trenggalek pada Selasa (21/1/2025).

Dalam program swasembada jagung, Trenggalek menargetkan penanaman di lahan seluas 7.773 hektare. Polres Trenggalek juga berperan sebagai pendamping Pemkab dalam mendukung program ini hingga masa panen.

Mas Syah menegaskan pentingnya swasembada pangan untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan petani. "Swasembada pangan tidak hanya mampu memenuhi kebutuhan pangan sendiri, tetapi juga meningkatkan kesejahteraan petani," ujarnya.

Melalui Zoom Meeting bersama Kapolri dan Menteri Pertanian, Mas Syah optimistis program swasembada ini dapat tercapai dengan kolaborasi erat antara pemerintah pusat, daerah, serta TNI-Polri. "Kolaborasi yang baik adalah kunci untuk mendukung target nasional ini," tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Menteri Pertanian turut menyerahkan alat dan mesin pertanian (alsintan) untuk mendukung optimalisasi lahan tidur dan penerapan teknologi modern di sektor pertanian.

Plt Kepala Dinas Pertanian dan Pangan Trenggalek, Imam Nurhadi, mengungkapkan bahwa pihaknya telah menyiapkan lahan untuk mencapai target yang telah ditentukan. "Kami bersama Polres Trenggalek menargetkan penanaman jagung seluas 7.773 hektare, dan Alhamdulillah, awal tahun ini sudah terpenuhi. Lahan kami sekitar 12.500 hektare, sehingga target tersebut realistis," jelas Imam.

Selain jagung, fokus juga diarahkan pada produksi padi, terutama di sawah teknis atau Lahan Baku Sawah (LBS). "Untuk padi, target kami 30.005 hektare dalam setahun dengan meningkatkan indeks pertanaman menjadi 2,5 hingga 3 kali tanam," tambahnya.

Terkait antisipasi kekeringan, Imam menjelaskan strategi yang akan dilakukan, seperti memanfaatkan air sungai, irigasi pompa, hingga bor sumur dalam. "Kami mengambil air dari sumber yang ada, baik menggunakan pompa maupun perpipaan gravitasi, serta memanfaatkan air tanah dari kedalaman 60-100 meter," tutupnya.

Langkah ini diharapkan mampu menjadikan Trenggalek sebagai salah satu daerah penyangga dalam program swasembada pangan nasional.

Reporter: Herlambang|Editor: Arifin BH

Share:
Lentera Today.
Lentera Today.