
MALANG (Lenteratoday) - Rencana Pemerintah Kota (Pemkot) Malang untuk merevitalisasi Pasar Besar Malang (PBM) mulai mendapat respons positif dari sebagian besar pedagang. Himpunan Pedagang Pasar Besar Malang (Hippama) yang sebelumnya cenderung menolak pembongkaran total kini menyatakan kesepakatan, meskipun mereka mengajukan beberapa syarat kepada Pemkot.
Wakil Ketua Hippama, Muhammad Sultan Akbar, mengungkapkan dirinya bersama Ketua Hippama telah menyetujui rencana revitalisasi tersebut. Namun, mereka menuntut adanya jaminan dari Pemkot terkait beberapa hal penting.
"Ketua dan saya sudah sepakat. Hanya saja kami meminta adanya klausul, ada MoU kalau memang nanti gak bayar. Melibatkan kejaksaan, wali kota. Kemudian bedak akan kembali ke posisi semula dan tidak ada penambahan pedagang. Artinya dari 4.530, tetap itu," ujar Wakil Ketua Hippama, Muhammad Sultan Akbar, Rabu (22/1/2025).
Akbar juga menjelaskan, kondisi Pasar Besar Malang yang telah berusia 35 tahun sangat memprihatinkan. Banyak bagian pasar yang sudah rusak parah dan tidak layak diperbaiki dengan hanya direnovasi.
Ia menambahkan, jika pasar terus dibiarkan tanpa ada revitalisasi, pedagang akan menghadapi kesulitan di masa depan.
"Kalau hanya direnovasi, apa yang mau direnovasi? Itu sudah rusak. Kondisinya sudah tidak bisa diperbaiki dengan renovasi. Apalagi Pj sekarang ini kan orang pusat. Jadi kalau mau mendapatkan dana bantuan kan lebih cepat," tambahnya.
Meskipun mengaku telah setuju dengan rencana pembongkaran total, menurutnya pedagang PBM akan tetap mengajukan beberapa syarat. Akbar menekankan pentingnya jaminan letak bedak yang tetap berada di posisi semula setelah revitalisasi. Serta tidak ada penambahan jumlah pedagang di dalam pasar nantinya.
Selain itu, pedagang juga menuntut agar revitalisasi pasar tidak membebani mereka dengan biaya tambahan. Akbar menegaskan, Pemkot harus memastikan saat proses relokasi, biaya sepenuhnya akan ditanggung oleh pemerintah, mengingat pasar ini akan dibangun dengan dana dari APBN.
Akbar juga menjelaskan, beberapa pedagang yang masih belum setuju terkait rencana revitalisasi, mengaku revitalisasi yang dilakukan justru akan mempersempit pasar dan posisi bedak jualan mereka.
"Isu sempat beredar kalau jadi direvitalisasi, pasarnya dipersempit. Nah mereka yang menolak itu acuannya (revitalisasi) Pasar Dinoyo. Tetapi Pak Eko (Kepala Diskopindag Kota Malang) sudah janji nanti tempatnya tetap, tingginya juga tetap. Dalam artian, tinggi sampai 5 meter. Kalau Pasar Dinoyo kan rendah, jadinya panas," terangnya.
Menurutnya, dalam waktu dekat pertemuan dengan seluruh anggota Hippama akan kembali dilakukan untuk menyatukan suara. Pihaknya juga berharap agar Pemkot Malang semakin mengoptimalkan sosialisasi kepada para pedagang, serta segera membuat kesepakatan dengan para pedagang. (*)
Reporter: Santi Wahyu | Editor : Lutfiyu Handi